Tribun Bandar Lampung

Lampung Fair 2019: Bisa Tanya soal Haji dan Nikah di Anjungan Bandar Lampung

Panitia Lampung Fair 2019 dari Pemkot Bandar Lampung menyatakan kesiapan partisipasi pemkot dalam perhelatan Lampung Fair.

Lampung Fair 2019: Bisa Tanya soal Haji dan Nikah di Anjungan Bandar Lampung
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
PARTISIPASI LAMPUNG FAIR - Pemkot Bandar Lampung menggelar rapat Persiapan Partisipasi Lampung Fair 2019, di Ruang Rapat Asisten, Gedung Pepadun, Pemkot, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Panitia Lampung Fair 2019 dari Pemkot Bandar Lampung menyatakan kesiapan partisipasi pemkot dalam perhelatan Lampung Fair. Pembukaan Lampung Fair akan berlangsung pada Jumat (19/4/2019).

Sekretaris Panitia Suhardi menjelaskan, konsep Lampung Fair 2019 dari Pemkot Bandar Lampung agak berbeda dari LF tahun-tahun sebelumnya.

"Pertama, mencoba mengedepankan nuansa alami dengan menggunakan sekat-sekat stan dari bahan bambu dan rotan," katanya, Rabu (17/4/2019).

Selain itu, Pemkot Bandar Lampung akan membuka berbagai jenis pelayanan publik. Mulai dari perekaman kartu tanda penduduk elektronik hingga pembuatan Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak.

"Nanti juga ada Kemenag Bandar Lampung sebagai instansi vertikal yang akan membantu pengunjung. Misalnya, berkonsultasi soal setoran dana haji, kuota haji, termasuk soal isbat nikah. Kemenag yang akan menyiapkan itu," ujar Suhardi.

Pihaknya mengundang para pengunjung agar menyambangi Anjungan Bandar Lampung saat Lampung Fair mulai Jumat 19 April hingga 3 Mei 2019. Pengunjung bisa melihat promosi hasil-hasil pembangunan di Kota Tapis Berseri.

"Setiap malam, stan di Anjungan Bandar Lampung menyediakan doorprize dan hiburan bagi warga Bandar Lampung maupun warga kabupaten/kota lainnya yang berkunjung," jelas Suhardi.

Pihaknya menjanjikan suasana lebih meriah di Anjungan Bandar Lampung ketimbang Lampung Fair tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya, penggunaan lebih banyak lampu, keberadaan replika Tugu Selamat Datang di Bandar Lampung di dalam anjungan.

Adapun stan-stan akan terbagi ke dalam beberapa zona. Seperti zona pendidikan (Dinas Pendidikan), zona kesehatan (Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah), serta zona informasi (Dinas Komunikasi dan Informasi). Kemudian zona ekonomi (perbankan) serta zona pelayanan (25 jenis perizinan, e-KTP, KK, dan KIA).

"Pengunjung akan mendapatkan pelayanan, dengan catatan berkasnya lengkap. Pelayanan langsung di tempat, misalnya perizinan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan lainnya," papar Suhardi. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved