Sidang Kasus Suap Mesuji

Mengungkap Istilah Uang Rokok dalam Kasus Suap Mesuji yang Membuat Bupati Khamami Marah

Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang kembali menggelar persidangan kasus suap fee pembangunan proyek infrastruktur Kabupaten Mesuji

Mengungkap Istilah Uang Rokok dalam Kasus Suap Mesuji yang Membuat Bupati Khamami Marah
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Sibron Azis dan Kardinal usai jalani sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis 18 April 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang kembali menggelar persidangan kasus suap fee pembangunan proyek infrastruktur Kabupaten Mesuji, Kamis 18 April 2019.

Sidang dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal diagendakan dengan keterangan para saksi.

Saksi yang dihadirkan oleh JPU KPK sendiri ada tiga orang.

Yakni, Mitra Ambarukman Honor Dinas PUPR Mesuji, Tina Paramitra Sagita  Honor Administrasi BPKAD Pemkab Mesuji, dan Nurmala Karyawan administrasi PT Subanus dan PT Sukri Balam.

Nurmala dalam kesaksiannya mengaku tidak tahu uang yang diajukan oleh Direktur PT Sukri Balam Silvan Fitriando untuk komitmen fee.

"Saya gak tahu saya kira uang itu buat bayar material, dan waktu KPK datang gak dijelaskan," ungkapnya dalam kesaksian.

JPU Subari Kurniawan pun mempertanyakan mengapa pengeluaran uang Rp 1,450 miliar yang diminta oleh Silvan diberi kode uang visindo di buku keuangan perusahaan.

"Kenapa tidak ditulis jenis kegiatan pengeluaran?" tanya Wawan.

"Karena Visindo tempat beli material baru," jawab Nurmala.

Nurmala pun mengaku lupa proses pengajuan uang Rp 1,45 miliar oleh Silvan.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved