Pemilu 2019

Duka Para Pejuang Pemilu di Indonesia: Disundut Rokok Hingga Meninggal Dunia karena Kelelahan

Duka Para Pejuang Pemilu di Indonesia: Disundut Rokok Hingga Meninggal Dunia karena Kelelahan

Duka Para Pejuang Pemilu di Indonesia: Disundut Rokok Hingga Meninggal Dunia karena Kelelahan
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Duka Para Pejuang Pemilu di Indonesia: Disundut Rokok Hingga Meninggal Dunia karena Kelelahan. 

Mengetahui sejumlah petugasnya yang gugur saat bertugas di Pilpres 2019 ini, KPU Jabar menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berupaya untuk memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkam.

“Sedang kita upayakan (santunan),” katanya.

Innalillahi, Kabar Duka Datang dari Mabes Polri, Brigjen Syaiful Meninggal Usai Pantau Pemilu di NTT

Meninggal Usai Antar Logistik

Di Malang, Agus Susanto (40), petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 4 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, meninggal dunia.

Diduga, Agus meninggal karena kelelahan selama menjalani serangkaian kegiatan pemilu.

Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengatakan, Agus meninggal saat istirahat di rumahnya, di RT 06 RW 01 Kelurahan Tlogomas, Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Satu jam sebelum meninggal, Agus masih sempat menyelesaikan tugasnya dengan mengantarkan kotak suara ke kelurahan.

4 Polisi Meninggal 

Kalimat pengabdian luar biasa pantas disematkan untuk 4 anggota kepolisian yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya mengamankan Pemilu 2019.

Melansir dari Kompas.com, Babinkamtibmas Cilengkrang Polsek Cileunyi Aiptu M. Saepudin meninggal di RS Ujung Berung Bandung pada Rabu (17/4/2019) pukul 09.20 WIB.

Pilpres dan Pileg 2019 Telan Korban Jiwa, Ini Daftar Petugas Pemungutan Suara dan Polisi Meninggal. Dua dari empat anggota polisi meninggal saat bertugas di Pemilu 2019
Pilpres dan Pileg 2019 Telan Korban Jiwa, Ini Daftar Petugas Pemungutan Suara dan Polisi Meninggal. Dua dari empat anggota polisi meninggal saat bertugas di Pemilu 2019 (Instagram @divisihumaspolri)

Saepudin meninggal lantaran kelelahan karena sebelumnya bertugas menjaga kotak suara.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Iya, betul, kami berduka cita. Ada anggota kami yang meninggal saat sedang menjalankan pengamanan di TPS," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko via ponsel seperti dikutip GridPop.ID dari Tribun Jabar, Kamis (18/4/2019).

Melansir dari Kompas.com, Saepudin sempat mengeluh sesak setelah menjaga surat suara.

"Saepudin, Selasa (16/4/2019) sekitar pukul 23.00 WIB mengeluh lelah setelah mengawal kotak suara," kata Truno dalam keterangan tertulisnya.

Usai mengeluh kelelahan, Saepudin lalu beristirahat di Pospol Cilengkrang.

Rabu (17/4/2019), Saepudin mengeluhkan sakit pada dadanya.

Ia kemudian diantar oleh rekannya ke Rumah Sakit Ujung Berung dan mendapat pertolongan pertama dari dokter.

Namun, satu setengah jam kemudian, Saepudin dinyatakan meninggal dunia.

"Akan tetapi sekitar pukul 09.20 WIB Aiptu M Saepudin dinyatakan meninggal dunia," ucap Trunoyodo.

Sama halnya dengan Saepudin, Aiptu M Supri juga meninggal karena kelelahan selama menjalankan tugas Pemilu 2019.

Petugas Linmas di Way Kanan Meninggal Dunia Usai Mengamankan TPS Pemilu 2019

Dikutip dari TribunJakarta.com, Aiptu M Supri meninggal dunia saat melaksanakan pengamanan TPS pada Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

"Waktu mengamankan penghitungan surat suara, almarhum ijin untuk menunaikan shalat Ashar. Namun tiba tiba almarhum jatuh pingsan, sehingga oleh petugas yang berada di lokasi langsung membawa ke Puskesmas Krian," ujar Kapolsek Krian, Kompol M. Kholil kepada TribunJatim.com, Kamis (18/4/2019).

Ia menjelaskan setelah dari Puskesmas Krian, almarhum langsung mendapat pertolongan.

Lalu langsung dirujuk ke RS. Bhayangkara Pusdik Gasum Porong.

"Sayangnya setelah mendapatkan perawatan di RS. Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.00," tambahnya.

Sementara Bripka Ichwanul Muslimin, personil Polres Lombok Tengah bertugas ke 49 TPS dalam rangka Pam Pemilu 2019.

Sementara Brigadir Prima Leion Nurman Zasono meninggal dalam sebuah kecelakaan saat hendak berangkat menuju tempat TPS ploting PAM-nya.

Ia adalah Personel Polres Bondowoso - Polda Jawa Timur.

Korban mengalami kecelakaan dengan mobil Isuzu Panther Nopol P 1126 DE dari arah berlawanan.

Disundut Rokok

Proses pencoblosan di hari Pemilu 2019 meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan bagi pihak penyelenggara pemilu di Sulawesi Selatan.

Setidaknya saat proses penghitungan suara, dua penyelenggara pemilu di dua kabupaten berbeda dianiaya oleh para pemilih.

Komisioner KPU Sulawesi Selatan Uslimin menyebutkan, salah satu petugasnya dianiaya dengan cara disiram tinta dan disundut bara rokok oleh para pemilih.

Hal ini terjadi di Kota Palopo, Luwu Raya.

Sementara satunya lagi dipukul oleh pendukung salah satu calon.

Eks Manajer Tribun Lampung Meninggal Dunia akibat Ledakan Ruko di Medan

"Ada dua laporan yang kami terima korban penganiayaan. Satu dari TPS 01 Kelurahan Penggoli, Kota Palopo. Itu disiram tinta wajahnya dan disundut rokok oleh pemilih. Kemudian yang kedua korban pemukulan, ketua KPPS TPS 4 Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Luwu Timur," ujar Uslimin saat diwawancara di kantor KPU Sulsel, Jumat (19/4/2019) sore.

Uslimin mengatakan, pihaknya masih akan mendalami dua laporan ini.

Ia mengaku belum mendapatkan kronologi utuh soal penyebab petugas KPPS mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari para pemilih.

Namun ia memastikan akan menempuh jalur hukum.

"Ini kita minta KPU-nya lapor polisi karena ini penganiayaan. Pelakunya sedang dalam pengusutan," imbuhnya.

Lebih lanjut Uslimin menyesalkan sikap warga yang langsung main hakim sendiri dalam menyikapi proses penghitungan suara pemilu kali ini.

Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan sikap warga negara yang taat pada hukum di Indonesia.

Menurutnya, jika ada pendukung calon atau pun warga yang meragukan kerja-kerja penyelenggara pemilu, seharusnya bisa dilakukan dengan cara-cara yang elegan.

"Penyelenggara tidak boleh dianiaya dan tidak boleh main hakim sendiri karena itu adalah negara hukum. Kalau ada yang salah atau kekhilafan dari penyelenggara, silakan tempuh cara-cara konsesional," jelas Uslimin.

"Kalau ada yang tidak cocok, ayo kita cocokkan C1-nya. Bahkan langkah paling akhir kalau memang tidak bisa selesai-selesai juga, ayo kita buka surat suaranya," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 12 Petugas KPPS di Jawa Barat Gugur saat Menjalankan Tugas dan Petugas KPPS di Sulawesi Selatan Disiram Tinta dan Disundut Rokok

Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved