Tribun Lampung Selatan

Dampak Tol Sumatera, Omzet Pelaku Usaha Jalinsum Turun 40 Persen

Para pelaku usaha kecil dan menengah di sepanjang Jalinsum di Lampung Selatan berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk mereka

Dampak Tol Sumatera, Omzet Pelaku Usaha Jalinsum Turun 40 Persen
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Ilustrasi - Terjadi kemacetan panjang di Jalan Lintas Sumatera ruas Desa Suka Jawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Minggu, 16 Desember 2018. 

Dampak Tol Sumatera, Omzet Pelaku Usaha Jalinsum Turun 40 Persen

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Para pelaku usaha kecil dan menengah di sepanjang Jalinsum di Lampung Selatan berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk mereka yang kini mulai merasakan dampak dari beroperasinya jalan tol trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauneni-Terbanggi Besar.

Pasalnya jika tidak ada solusi, dapat dipastikan geliat para pelaku usaha kecil dan menengah di sepanjang Jalinsum karena ramainya arus kendaraan akan gulung tikar.

"Mungkin ada solusi dari pemerintah seperti apa. Karena sekarang menurunannya sangat terasa," kata Sihite, warga yang bergerak di bidang usaha tambal ban dan bengkel di jalur Jalinsum, Minggu (21/4).

Pengendara Berharap Perbaikan Jalinsum Kalianda Lampung Selatan Segera Rampung

Menurut dirinya, sejauh ini mereka masih belum tahu akan beralih usaha apa, jika benar-benar nantinya usaha yang saat ini digeluti harus gulung tikar. Sementara keahlian mereka hanya ada pada usaha tambal ban dan bengkel.

"Mungkin pemerintah bisa memberikan arahan atau program keahlian lainnya tentang usaha yang bisa kita geluti selanjutnya jika memang usaha bengkel sudah tidak menjanjikan lagi," ujar Sihite.

Ini juga disampaikan oleh pelaku usaha makanan di sepanjang jalinsum. Saat ini omzet mereka turun drastis hingga 40 persen. Saat ini sebagian besar kendaraan pribadi yang kini melalui jalan tol.

Pengguna Jalan Tol Lampung Tambah Banyak 15 Ribu Kendaraan Per Hari, Ini Dampaknya ke Jalinsum

"Selama ini banyak pengendara mobil pribadi yang singgah. Tapi saat ini sebagian besar jalan tol," terang Andi pelaku usaha makanan di sisi jalinsum Kalianda.

Apalagi menjelang puasa dan lebaran yang biasanya menjadi musim panen bagi pelaku usaha makanan di sisi jalinsum. Dipastikan pemudik yang menggunakan mobil pribadi akan melalui jalan tol JTTS.

"Kita ini usaha kecil, kalau mau ke rest area tol tidak mampu. Karena biayanya mahal untuk sewa," tandasnya.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved