Tribun Tulangbawang

Perbaikan Jalan Simpang Penawar-Rawajitu, Pusat Gelontorkan Rp 40 M

Pemerintah Pusat kembali melanjutkan perbaikan jalan poros Simpang Penawar-Rawajitu tahun ini.

Perbaikan Jalan Simpang Penawar-Rawajitu, Pusat Gelontorkan Rp 40 M
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen
Kondisi ruas jalan nasional Rawajitu-Simpang Penawar yang berlumpur. 

Perbaikan Jalan Simpang Penawar-Rawajitu, Pusat Gelontorkan Rp 40 M

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Pemerintah Pusat kembali melanjutkan perbaikan jalan poros Simpang Penawar-Rawajitu tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemetaan Ruang (PUPR) Tulangbawang, Puncak Stiawan mengatakan, perbaikan ruas jalan nasional itu akan dilanjutkan dengan menggunakan anggaran dari Pemerintah Pusat senilai Rp 40 miliar.

Puncak mengatakan, dana tersebut merupakan anggaran tahun lalu yang belum digunakan."Tahun ini lanjut, dana Rp 40 miliar tahun lalu yang belum dilaksanakan," terang Puncak, Minggu (21/4).

Soal teknis pelaksanaan, Puncak mengatakan, sedang dikoordinasikan dengan Balai Besar Pengawas Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN) wilayah Lampung.

Tahun Depan Pemkab Tuba Bangun Rest Area di Simpang Penawar

Sebelumnya, Bupati Tulangbawang Winarti memastikan tahun ini pemerintah akan melanjutkan tahapan perbaikan ruas jalan poros Simpang Penawar-Rawajitu.

Pemerintah pusat tahun 2018 lalu telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk perbaikan ruas jalan nasional sepanjang sekitar 60 kilometer itu.

Winarti memastikan perbaikan jalan ruas Simpang Penawar-Rawajitu Selatan kembali akan dilanjutkan.
"Insya Allah tahun ini akan kembali dilanjutkan jalan Simpang Penawar-Rawajitu Selatan. Ada tambahan Rp 40 miliar tahun ini," terang Winarti, beberapa waktu lalu.

Jalan poros Rawajitu adalah jalan yang berstatus nasional yang mambentang dari Simpang Penawar hingga ke Rawajitu Timur. Sejak dibuka tahun 1980-an, akses transportasi menuju Rawajitu belum pernah ada perbaikan berarti.

Pasca Surat Izin PT CPP, Rawajitu dan Dipasena Terang Bergantung PLN

Selama bertahun-tahun, keluhan akan parahnya kerusakan jalan tersebut kerap dilontarkan warga dan pengguna jalan.

Tuntutan masyarakat atas kerusakan jalan kerap membanjiri lini masa di media sosial. Ari Suharso, warga Rawajitu menuturkan, jalan poros Rawajitu-Simpang Penawar dulunya beraspal pada medio tahun 1995.

"Setelah itu tidak pernah ada perbaikan berarti hanya tambal sulam, itupun oleh pihak perusahaan-perusahaan kanan kiri jalan," ujar Ari.

Jalan poros Rawajitu-Simpang Penawar telah tiga kali berubah status. Mulanya jalan tersebut berstatus jalan kabupaten. Lalu pada tahun 2009, berubah status menjadi jalan provinsi.

"Diusulkan Gubernur Lampung tahun 2014 direalisasi perubahan status jadi Jalan nasional akhir tahun 2016. Kalau SK perubahan status dari jalan Kabupaten menjadi jalan provinsi tahun 2009 sesuai SK Gubernur," tandas Ari. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved