Suara Istrinya Hanya Disisakan 1 dari 121 Suara, Suami Caleg di Bandar Lampung Marah-marah

Ini menanggapi beredarnya video suami calon anggota legislatif di Bandar Lampung marah-marah karena suara istrinya menyusut.

Suara Istrinya Hanya Disisakan 1 dari 121 Suara, Suami Caleg di Bandar Lampung Marah-marah
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pemilu 2019. Promo Pemilu 2019, Nikmati Harga Promo Minyak Goreng, Donat, sampai Diskon 75 Persen Beli Sepatu. 

Ia bertemu dengan pria bernama Syamsir itu, suami dari caleg NasDem, Dewi Anggraini.

Di kantor kecamatan, Bawaslu mencocokkan salinan C1 antara saksi dan Pengawas TPS. Hasilnya, perolehan Dewi Anggraini tetap 121 suara.

“Salinan C1 itu dari KPPS. (Kesalahan hasil suara) kemungkinan karena kelelahan saat perhitungan. Tapi setelah salinan C1 yang dipegang saksi dicocokkan dengan Pengawas TPS, hasilnya sama," jelas Khoir.

Pihaknya juga membuka video berisi rekaman C1 dari Pengawas TPS, yang hasilnya tidak ada perubahan suara.

“Saya, ketua Bawaslu Lampung. Di sebelah saya, Pak Syamsir yang videonya viral (Jumat) kemarin. Kami ingin menjelaskan bahwa salinan C1 di TPS 44 dari Ibu Dewi Anggraini, kami sandingkan antara salinan C1 dari Pengawas TPS dan saksi. (Hasilnya) sama. Perolehan suaranya 121," terang Khoir dalam rekaman video yang diterima Tribun Lampung.

Ia pun memastikan salinan C1 dari KPPS yang menunjukkan perolehan 1 suara Dewi Anggraini tidak digunakan untuk rapat pleno rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan Kedamaian.

“Jadi, salinan C1 dari KPPS tidak digunakan untuk pleno di kecamatan (PPK),” ujar Khoir.

Terkait salinan C1 dari KPPS yang ditunjukkan oleh suami caleg tersebut, Bawaslu masih melakukan penelusuran.

Sapa  Mesra  Tsamara Amany, Andi Arief Dibanjiri Protes Netizen

“Ini memang ada C1 dari KPPS yang hasilnya berbeda. Ini sedang kami telusuri dengan meminta keterangan KPPS. Sementara ini, karena KPPS kelelahan saat perhitungan," kata Khoir.

"Jadi, tidak ada pergeseran suara. Kami akan pastikan suara tidak akan bergeser. Karena kalau ada pergeseran suara oleh penyelenggara pemilu, bisa masuk penjara. Jadi, hati-hati,” sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved