Tribun Way Kanan

Rawan Bencana Banjir dan Kebakaran Hutan, Pemkab Way Kanan Gelar Pelatihan Kebencanaan

Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul membuka Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan kepada peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan.

Rawan Bencana Banjir dan Kebakaran Hutan, Pemkab Way Kanan Gelar Pelatihan Kebencanaan
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul membuka Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan kepada peserta Didik, Pendidik, Tenaga Kependidikan Kabupaten Way Kanan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLAMBANGAN UMPU - Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul membuka Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan kepada peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan Kabupaten Way Kanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Saipul mengatakan‎, Kabupaten Way Kanan sebagai daerah yang rawan terhadap berbagai bencana terutama banjir dan kebakaran lahan, senantiasa harus berupaya meningkatkan kemampuan dibidang penanggulangan bencana.

Karena bencana yang merupakan rangkaian peristiwa yang disebabkan alam, manusia, atau oleh keduanya, mengakibatkan korban, penderitaan bagi manusia itu sendiri.

Misalnya dengan kehilangan harta benda, kerusakan lingkungan, dan fasilitas umum, serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan masyarakat.

"Bencana yang diakibatkan oleh alam seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir dan sebagainya. Ada juga bencana yang disebabkan oleh perbuatan manusia, seperti: peperangan, gejolak sosial, kebakaran, kecelakaan industri yang waktunya dapat berlangsung singkat tetapi juga dapat berlangsung dalam waktu yang panjang," katanya, Selasa 23 April 2019.

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya Buka Raden Jambat Adventure Trail

Penanggulangan bencana adalah suatu proses dinamis, berlanjut dan terpadu untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang berhubungan dengan observasi dan analisis serta pencegahan, penjinakan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi yang di akibatkan oleh bencana.

Melalui sosialisasi dan edukasi kebencanaaan diharapkan akan semakin meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kepada peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dalam penanggulangan bencana.

Sehingga penanganan terhadap bencana dapat lebih cepat, tepat dan dapat meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan.

Selain itu, pemberdayaan bagi Siswa-siswi SD, SMP dan SMA/SMK, pendidik dan tenaga kependidikan untuk memahami penanggulangan bencana merupakan langkah awal membangun masyarakat.

Sehingga ketika terjadi bencana siswa, guru dan masyarakat tidak lagi kebingungan dan panik karena telah memahami bagaimana cara mengurangi risiko bencana.

(tribunlampung.co.id/anung bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved