Universitas Lampung

Fakultas Teknik Universitas Lampung Menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019

Universitas Lampung (Unila) melalui fakultas teknik menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan LPMP

Fakultas Teknik Universitas Lampung Menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019
Rls/humas
Universitas Lampung (Unila) melalui fakultas teknik menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) melalui fakultas teknik menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rabu (24/4/2019).

Universitas Lampung (Unila)  Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rabu (24/4/2019).
Universitas Lampung (Unila) Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rabu (24/4/2019). (Rls/humas)

Seminar nasional kali pertama fakultas teknik ini mengundang 56 pemakalah.

Mereka berasal dari Yogyakarta, Makasar, dan Lampung.

Acara diselenggarakan untuk menambah pendapatan dan wawasan masyarakat.

Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti, MT, selaku ketua pelaksana menyampaikan, artikel yang masuk semnas akan diterbitkan dalam prosiding “Senapati” yang ber-ISSN.

Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rabu (24/4/2019).
Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi 2019 bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Rabu (24/4/2019). (Rls/humas)

Kegiatan tersebut akan diagendakan setiap tahun oleh FT Unila. Artikel yang terpilih akan dimasukkan ke dalam Jurnal Sakay Sambayan yang dimiliki Universitas Lampung.

Semnas ini pula dihadiri reviewer nasional selaku pemateri Dr. Ing. Sihana dan Dr. Dyah Kusuma Astuti. Selain dinilai sangat kompeten di bidang pengabdian masyarakat teknologi dan inovasi, narasumber sudah menggeluti bidang ini selama 15 tahun. Baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Prof. Bujang Rahman mengatakan, semnas ini sangat strategis karena pada saat ini bangsa tengah dihadapkan pada kondisi yang apabila tidak dikelola baik akan menjadi polemik pada perkembangan peradaban manusia.

Contoh pada revolusi industri 4.0, kehidupan manusia sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan teknologi. Hampir semua manusia kini memanfaatkan teknologi.

Tetapi di sisi lain ada kekhawatiran teknologi mengakibatkan degradasi nilai-nilai kemanusian. Dengan kata lain manusia diperalat teknologi.

Mantan Dekan FKIP Unila ini mengungkapkan pemikirannya kepada para pemakalah. Ia mencontohkan, apabila listrik kampus mati atau LCD proyektor tidak berfungsi maka 60% perkuliahan terpaksa dihentikan.

Dengan alasan panas maupun tidak kondusif. Inilah yang dinamakan tidak bisa dipisahkan dengan teknologi.

Teknologi dan inovasi tidak dapat dipisahkan karena teknologi tanpa inovasi akan membuat peradaban semakin lambat. Tetapi kalau keduanya digabungkan akan membuat pendekatan semakin akseleratif.

Prof. Bujang berharap kedua narasumber dapat membagikan ilmunya kepada para pemakalah sehingga memberikan inovasi yang lebih baik lagi.(Humas]

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved