Tribun Way Kanan

Polres Way Kanan Ciduk Pria yang Lakukan Pemerasan dan Penggelapan Motor Bermodus Tuduhan Selingkuh

Anggota Tekab 308 Polres Way Kanan berhasil mengamankan pelaku kasus tindak pidana penggelapan.

Polres Way Kanan Ciduk Pria yang Lakukan Pemerasan dan Penggelapan Motor Bermodus Tuduhan Selingkuh
TribunLampung/Anung Bayuardi
Anggota Tekab 308 Polres Way Kanan berhasil mengamankan pelaku kasus tindak pidana Penggelapan. Pelaku inisial BS (34) warga Kampung Gunung Katun Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLAMBANGAN UMPU - Anggota Tekab 308 Polres Way Kanan berhasil mengamankan pelaku kasus tindak pidana penggelapan.

Pelaku berinisial BS (34) ini merupakan warga Kampung Gunung Katun, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro melalui Kasatreskrim AKP Yuda Wiranegara menyampaikan, kejadiannya pada tanggal 30 Maret 2019 di Mess PT BLS Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, Way Kanan.

Modusnya pelaku meminta sejumlah uang kepada korban JS (32), warga Kampung Sriwijaya, Blambangan Umpu, Way Kanan, dikarenakan korban telah berselingkuh dengan istri rekan pelaku.

Karena korban tidak ada uang, maka pelaku mengambil sepeda motor Honda CB 150 R warna Putih nopol BE 3746 WI milik korban.

Sempat Melawan, Pelaku Curanmor dan Penggelapan Motor di Pesawaran Ditembak Kakinya Saat Ditangkap

Pelaku dapat diamankan setelah korban melaporkan kejadian yang dialami ke Polres Way Kanan.

Dan pada hari Selasa (23/4/2019), sekitar pukul 13.00 Wib, Tim Tekab 308 Res Way Kanan mendapatkan informasi dari masyarkat bahwa pelaku BS berada di kediamannya.

Berbekal informasi tersebut, petugas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan benar pelaku sedang di rumah.

Penyergapanpun berlangsung cepat karena pelaku tidak melakukan perlawanan.

"Selanjutnya pelaku di bawa ke Polres Way kanan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut," katanya, Kamis (25/4/2019).

Pelaku dapat dikenai pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun.

(tribunlampung.co.id/anung bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved