6 Fakta Guru Ngaji Tewas Terlindas Truk, Putrinya Selamat dari Kecelakaan Maut

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Pangeran Emir M Noer, Bandar Lampung, Kamis (25/4/2019) mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: wakos reza gautama
Dok Tribunlampung.co.id
Truk mundur lindas pengendara motor 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kecelakaan lalu lintas di Jalan Pangeran Emir M Noer, Bandar Lampung, Kamis (25/4/2019) mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Korban tewas adalah Teguh Riyadi,warga Gang Haji Husen, dekat Komplek Griya Inayah, Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung.

Teguh tewas terlindas truk yang tidak kuat menanjak di Jalan Pangeran Emir M Noer, Bandar Lampung.

Berikut fakta seputar kecelakaan lalu lintas yang menimpa Teguh. 

1. Kronologis Kejadian

Saat itu, pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Teguh berkendara sepeda motor merek Honda Vario bernomor polisi BE 3412 CB.

Teguh membonceng putrinya, Almira mengantar ke sekolah di Madrasah Masyariqul Anwar, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat.

Beni, saksi mata, mengungkapkan, kecelakaan terjadi akibat sebuah truk warna kuning bernomor polisi BE 9144 BK tak kuat menanjak di tanjakan tersebut.

Kronologi Lakalantas Maut di Bandar Lampung, Guru Ngaji Tewas Terseret Truk Sejauh 13 Meter

Saat bersamaan, beber dia, Teguh yang membonceng putrinya melintas dari arah bawah.

"Truk ini nggak kuat menanjak di depan Gang Laksana, lalu mundur, nabrak dua mobil dan pengendara motor (Teguh) sampai masuk kolong truk sebelah kanan, dekat ban," tutur satpam Perumahan Mandala Bukit Berlian itu.

2. Sopir Truk Kabur

Beni menjelaskan, truk bermuatan garam sekitar 7 ton tersebut awalnya menabrak mobil di belakangnya, merek Toyota Rush warna hitam BE 1543 TKR.

Hingga terjadi kecelakaan beruntun, di mana mobil merek Mitsubishi Pajero Sport warna hitam BE 1693 BU juga tertabrak, lalu berlanjut menabrak pengendara motor Honda Vario.

Usai kejadian, sopir truk kabur. Sementara warga sekitar membawa Teguh ke RSDUAM yang dalam keadaan sudah meninggal.

Adapun putri Teguh mengalami luka di bagian kaki.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung Inspektur Dua Jahtera mengungkapkan, truk itu melintas dari arah Telukbetung tujuan Tanjungkarang.

"Tapi, tidak kuat menanjak di tanjakan ini, lalu mundur, menabrak dua mobil, dan melindas pengendara motor," kata Jahtera. "Sopir dan kernet truk masih dalam pencarian," imbuhnya.

3. Teguh Terseret 13 Meter

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung Komisaris M Syouzarnanda Mega menerangkan, truk tersebut nyaris berhasil melintasi tanjakan.

Namun, truk tiba-tiba berhenti di lajur kiri.

Truk itu lalu mundur dan berpindah ke lajur kanan.

Setelah sekitar 47 meter, beber Nanda, truk mundur lagi hingga menabrak mobil Toyota Rush yang dikemudikan Rodi Hartono, warga Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Timur.

Kakak Pingsan Saat Jenazah Korban Tiba, Pengendara Motor Tewas Usai Masuk Kolong dan Terseret Truk

Akibat tertabrak, lanjut Nanda, mobil Toyota Rush terdorong ke belakang sampai menabrak mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan Andi S, warga Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

"Lalu, truk mundur lagi, meluncur deras, menabrak Honda Vario yang dikendarai Teguh Riyadi. Pengendara Honda Vario terseret sejauh 13 meter ke bawah, berhenti di bahu jalan depan rumah warga," paparnya di ruang kerjanya.

Nanda menjelaskan, pengendara Honda Vario yang diketahui bernama Teguh Riyadi meninggal di tempat kejadian. Sementara sopir dan kernet kabur.

"Sampai saat ini masih dalam pengejaran. Kami sudah mengantongi identitas mereka. Pemilik truk juga sudah kami ketahui," ujarnya.

4. Istri Tak Percaya

Uli Apriana (40), istri korban, tak kuasa menahan tangis di rumah duka.

Memakai baju berpadu jilbab serba cokelat, ia banyak menunduk. Beberapa kerabat menemani sekaligus menenangkannya.

Istri korban, Uli Apriana, masih tak percaya suami tercinta telah pergi selamanya.

"Nggak ada firasat apapun. Suami saya ini baik, soleh," katanya di rumah duka.

Uli mengungkapkan, suaminya setiap hari mengantar putri mereka, Almira, ke Madrasah Masyariqul Anwar di Durian Payung, Tanjungkarang Pusat.

"Setiap hari antar anak ke sekolah di madrasah. Memang lewat jalan situ terus," tutur Uli.

5. Kakak Korban Pingsan

Pada siang hari sekitar pukul 13.45 WIB, jenazah Teguh tiba di rumah duka dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.

Sejumlah kerabat membawa jenazah Teguh ke dalam rumah duka. Budiman, kakak kandung Teguh, jatuh pingsan begitu jenazah sang adik tiba.

Kerabat menyemayamkan jenazah Teguh di ruang tengah rumah duka.

Mereka beserta tetangga yang telah menanti sejak sekitar pukul 12.00 WIB, langsung membaca doa di dekat jenazah.

Beberapa tetangga lainnya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga.

Budiman, kakak korban, sangat kehilangan atas kepergian adiknya.

Ia terakhir bertemu Teguh di rumah orangtua mereka di Jalan Dr Susilo, Telukbetung Utara.

"Kami memang jarang ketemu. Terakhir ketemu, ngobrol soal sapi kurban," ungkap Budiman mengenang pertemuan terakhir dengan Teguh. "Saya sangat kehilangan. Tapi sudah ikhlas, karena ini semua kehendak Allah, " sambungnya.

6. Berprofesi Sebagai Guru Ngaji

Jenazah Teguh dikebumikan di TPU Pengajaran, Jalan Wolter Monginsidi.

Para jamaah mengaji yang merupakan murid Teguh Riyadi di Griya Hafiz Qur'an juga berduka atas berpulangnya Teguh.

"Almarhum guru ngaji kami. Orangnya baik, mengajar sepenuh hati," kata Usman, murid korban.

Ia menuturkan, Teguh merupakan guru mengaji yang mengayomi dan telaten mengajari murid-muridnya membaca Alquran.

"Dia mau antar anaknya ke sekolah. Nggak tahunya malah musibah," ujar Usman yang bersama rekan-rekannya menunggui jenazah Teguh dibersihkan di Ruang Jenazah RSUDAM.

(Tribunlampung.co.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved