Tribun Tulangbawang

Jalan Rusak Bikin Harga Gabah Anjlok di Rawapitu, Tulangbawang

Sekitar 1.700 hektare tanaman padi di Kampung Rawaragil, Rawapitu, Tulangbawang, akan dipanen raya secara serentak.

Jalan Rusak Bikin Harga Gabah Anjlok di Rawapitu, Tulangbawang
Tribun Lampung/Endra Zulkarnain
Petani di Tulangbawang saat berada di sawahnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Sekitar 1.700 hektare tanaman padi di Kampung Rawaragil, Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang, akan dipanen raya secara serentak dalam waktu dekat.

Namun, ada satu persoalan. Akibat jalan rusak, gabah para petani hanya dihargai Rp 3.300 per kilogram di tingkat petani, dari yang seharusnya Rp 5.200 per kg.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Rawaragil, Sukur Anwar, mengungkapkan, hasil panen padi di Kampung Rawaragil diperkirakan mencapai 7-8 ton per hektarenya.

"Kendalanya adalah jalan utama, akses satu-satunya keluar masuk kampung, masih rusak. Akibatnya, harga gabah panen raya tahun ini jatuh jadi Rp 3.300 per kg," kata Sukur melalui ponsel, Kamis (25/4/2019).

"Jalan rusak ini berpengaruh terhadap harga jual gabah di tingkat petani. Dari semestinya harga patokan pemerintah Rp 5.200 per kg, jadinya dipatok Rp 3.300 per kg," sambungnya.

Kendala lainnya adalah sulitnya para petani mendapatkan mesin pemotong padi.

Sukur menjelaskan, mesin pemotong padi di Kampung Rawaragil hanya ada satu unit.

"Tentunya tidak mampu untuk mengatasi panen raya padi seluas 1.700 hektare," ujar Sukur.

"Padi yang subur jadi banyak roboh, jatuh ke tanah. Kondisi seperti itu sangat menyulitkan memanen padi. Semestinya, padi bisa dipanen pakai mesin pemotong padi sebelum roboh," lanjutnya. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved