Tribun Metro

Jelang Ramadan, Pemkot Metro Belum Berencana Operasi Pasar

Pemkot Metro akan berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait pasar dan harga-harga menjelang bulan ramadan

Jelang Ramadan, Pemkot Metro Belum Berencana Operasi Pasar
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Achmad Pairin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait pasar dan harga-harga menjelang bulan ramadan.

Wali Kota Metro Achmad Pairin menjelaskan, Kota Metro memiliki angka inflasi paling rendah dibanding beberapa kota lain dan peningkatan ekonomi yang cukup tinggi berada pada angka 5,9.

Karenanya, Pemkot Metro akan mengkaji secara mendalam.

"Kami akan hati-hati melangkah masalah pasar ini karena banyak kepentingan dan lainnya. Makanya kalau sekali melangkah, kita enggak akan mundur. Soal operasi pasar nanti kami melihat harga dulu," ujarnya, Minggu (28/4/2019).

Ia menjelaskan, Pemkot Metro akan aktif memantau harga-harga kebutuhan pokok serta akan keliling ke pasar-pasar tiga hari sebelum puasa, pertengahan puasa, dan sebelum lebaran.

"Sekarang media sangat baik, sangat cepat sekali, ditambah media sosial juga. Jadi kami bisa pantau, kalau pun ada kejanggalan, pasar murah kami akan rapatkan tergantung situasi harga," katanya lagi.

Ia menilai, saat momen Idul Fitri, yang biasa mengalami lonjakan adalah harga daging dan bahan makanan itu.

Karenanya, sektor tersebut yang paling perlu dilakukan antisipasi. "Ya nanti kami lihat apakah perlu operasi pasar," bebernya.

Stok Daging Sapi dan Daging Ayam di Lampung Selatan Aman Saat Ramadan

Sementara Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro sebelumnya mengaku telah rutin mendata harga sembilan bahan pokok di pasar-pasar tradisional.

Dari data yang diperoleh Disdag Metro, harga masih relatif stabil meski ada beberapa komoditas mengalami kenaikan.

Kasi Pengembangan Usaha Disdag Kota Metro Astuti mengaku pasar senja romadan tetap akan dilaksanakan di Samber Park.

Namun, sebelum diperjualbelikan, makanan dan minuman akan lebih dulu dilakukan pemeriksaan.

"Pemeriksaan untuk mengetahui kandungan formalin dan bahan-bahan pewarna. Nanti akan disiapkan tenda-tenda seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya seraya mengaku pasar senja akan dibuka dari 7 Mei hingga 3 Juni 2019.

Pasar diperkirakan dapat menampung 200 pedagang. Pemkot Metro juga akan bekerjasama dengan Himpunan Pedagang Pasar Senja yang akan menyajikan makanan berbuka puasa.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved