Tribun Pringsewu

150 Personel Amankan Pleno Terbuka KPU Pringsewu

Pengamanan dilaksanakan dengan sistem pengamanan kota secara terbuka, tertutup dan pengaturan lalu lintas terbagi dalam empat ring.

150 Personel Amankan Pleno Terbuka KPU Pringsewu
ISTIMEWA
Sebanyak 154 personel gabungan dilibatkan dalam pengamanan Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu 2019 KPU Kabupaten Pringsewu, Selasa (30/4/2019) di Ballrom Hotel Urban Style By Frontone. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan Cahyono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sebanyak 154 personel gabungan TNI, Polri dan Dinas Perhubungan dilibatkan dalam pengamanan Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Suara Pemilu 2019 KPU Kabupaten Pringsewu di Ballrom Hotel Urban Style By Frontone Selasa (30/4/2019).

Pengamanan rapat pleno dijadwalkan berlangsung selama dua hari ke depan.

Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Dandim 0424/TGM Letkol Arh Anang Hasto Utomo, dan jajaran Forkopimda Pringsewu hadir dalam kegiatan tersebut.

Hesmu menerangkan, pengamanan dilaksanakan dengan sistem pengamanan kota secara terbuka, tertutup dan pengaturan lalu lintas terbagi dalam empat ring.

10.630 Warga Pringsewu Derita Hipertensi

"Pengamanan terbagi dalam empat ring yakni dalam, luar, parkir dan keseluruhan".

"Rincian jumlah personel Polri 114, personel TNI 40, dan dibantu Dishub Pringsewu," kata Kapolres.

Ketua KPU Pringsewu Andreas Andoyo mengapresiasi stakeholder terkait Pemilu 2019 yakni unsur pimpinan parpol, tim pemenang dan saksi, Polres Tanggamus dan Kodim 0424/TGM, kejaksaan telah memberikan materi guna menjaga pemilu yang berintegritas.

“Juga kepada Pemkab Pringsewu yang telah memberikan fasilitas dan mendukung KPU".

Pengendara Keluhkan Jalinbar Km 43-44 Fajaresuk Pringsewu Minim Lampu Jalan

"Serta seluruh masyarakat yang telah menjaga, mensukseskan Pemilu yang aman, damai, lancar dan sejuk,” jelasnya.

Andreas berharap, saksi-saksi yang mempunyai keberatan agar melandasinya dengan data serta bukti otentik, dan tidak sebatas asumsi atau sangkaan semata.

"Apabila ada keberatan sampaikan dengan data, fakta, bukan opini atau katanya sehingga akan diperbaiki sebagaimana mestinya sesuai aturan yang berlaku," pintanya. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved