Dihukum Denda, Begini Praktik Kartel Yamaha dan Honda agar Harga Motor Skutik Mahal di Pasaran

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) terbukti bersalah melakukan praktik kartel

Dihukum Denda, Begini Praktik Kartel Yamaha dan Honda agar Harga Motor Skutik Mahal di Pasaran
KompasOtomotif-Donny Apriliananda
Ilustrasi - Deretan skutik Yamaha 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dua produsen otomotif nasional, yakni PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) terbukti bersalah melakukan praktik kartel.

Mahkamah Agung (MA) menyatakan keduanya melakukan praktik kartel pasar motor skutik 110-125 cc, diduga menguasai dan mengawasi pasaran dengan maksud agar mematok harga jual motor mahal.

Akibatnya, keduanya kena denda total Rp 47,5 miliar dengan perincian Yamaha didenda Rp 25 miliar dan Honda Rp 22,5 miliar, yang dibayarkan ke kas negara.

Sesuai dengan Pasal 47 ayat (2) huruf g UU No 5 Tahun 1999, pelaku kartel dapat dikenai sanksi tindakan administratif berupa pengenaan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 25 miliar.

Mengutip situs Mahkamah Agung (MA), Senin (29/4), MA menetapkan putusan "tolak" atas kasasi tentang gugatan kartel pasar.

MA memutuskan menolak kasasi perkara kartel pasar motor skutik 110-125 cc di Indonesia yang diajukan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan PT Astra Honda Motor.

Putusan ini diketok pada 23 April lalu. Perkara dengan No. 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019 diadili oleh ketua majelis Yakup Ginting dengan anggota Ibrahim dan Zahrul Rabain.

Putusan MA ini menguatkan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) 2017 silam.

PT AHM Luncurkan Honda X-ADV Bagi Pecinta Adventure di Telkomsel Indonesia International Motor Show

Daftar Harga Motor Matic Yamaha Terbaru Maret 2019, Mio Z, All New Soul, hingga Freego

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Utara juga sudah menolak lebih dahulu permintaan peninjauan putusan KPPU ini dari Yamaha dan Honda.

Atas hal ini, Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan, pihaknya mengapresiasi putusan MA ini.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved