Dihukum Denda, Begini Praktik Kartel Yamaha dan Honda agar Harga Motor Skutik Mahal di Pasaran

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) terbukti bersalah melakukan praktik kartel

Dihukum Denda, Begini Praktik Kartel Yamaha dan Honda agar Harga Motor Skutik Mahal di Pasaran
KompasOtomotif-Donny Apriliananda
Ilustrasi - Deretan skutik Yamaha 

KPPU Vonis Bersalah

Sekadar mengingatkan, pada Februari 2017 KPPU memvonis Yamaha dan Honda telah melakukan kartel dalam menetapkan harga motor skutik 110-125 cc di Indonesia.

"Secara sah dan meyakinkan kedua terlapor melanggar Pasal 5 ayat 1 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," kata Ketua majelis komisioner Tresna Priyana Soemardi, saat itu.

Astra Honda Motor (AHM) dan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebelumnya mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung (MA) atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

KPPU menyatakan pada Februari 2017, AHM dan YIMM telah terbukti melakukan aktivitas kartel.

Keduanya dikatakan terbukti melanggar Undang-Undang No 5 Pasal 5‎ Tahun 1999 tentang penetapan harga.

KPPU memberikan hukuman pada AHM denda sebesar Rp22,5 miliar dan denda Rp25 miliar buat YIMM.

YIMM mendapat denda lebih besar karena dinilai majelis komisi telah melakukan manipulasi data di persidangan sementara denda buat AHM telah dipotong 10 persen sebab dinilai kooperatif saat persidangan.

Vonis dari KPPU didasari keterangan saksi, bukti, dan analisis tim investigator yang menyimpulkan kartel terjadi pada periode 2014 terhadap harga skutik 110 cc - 125 cc.

Di persidangan AHM dan YIMM membantah semua tuduhan.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved