Tribun Bandar Lampung

Dugaan Penipuan Rp 2,7 Miliar, Politisi Fajrun Najah Ahmad Beri Keterangan ke Polisi

Politisi Lampung Fajrun Najah Ahmad alias Fajar memberi keterangan di Polresta Bandar Lampung, Selasa (30/4/2019).

Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
TRIBUN LAMPUNG/HANIF RISA MUSTAFA BERI PERNYATAAN - Politisi Fajrun Najah Ahmad alias Fajar memberi pernyataan kepada awak media yang mewawancarainya di Polresta Bandar Lampung, Selasa (30/4/2019). 

Sementara pelapor Namuri Yasin menyatakan akan menghormati proses hukum yang sudah berjalan.

"Kan sudah masuk ke proses hukum, jadi saya menghormati hukum. Saya mengikuti proses saja," katanya.

Terkait pernyataan Fajar yang membantah adanya penipuan, Namuri menilai hal tersebut merupakan hak Fajar selaku terlapor.

"Cuma yang pasti, kalau kami mengada-ada, terlalu konyol lah," ujar Namuri. "Masalah Bang Fajar membantah, itu hak beliau. Cuma kan kami ada dasarnya. Jadi, kami ikuti proses hukum," imbuhnya.

Namuri menambahkan, jika tidak ada dasar, tak mungkin pihaknya mengadukan perkara ini.

"Jelas kami punya dasar. Kalau kami nggak ada dasar, konyol dong. Lagian kepentingan saya apa? Saya cuma minta hak," tandasnya.

Semenara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Rossef Efendi membenarkan adanya pemanggilan terhadap Fajar selaku terlapor.

"Iya," jawabnya singkat.  

Pengaduan Namuri Yasin tercatat dalam laporan kepolisian bernomor LP/B/4979/XII/2018/LPG Resta Balam, tertanggal 17 Desember 2018. Dalam pengaduannya, ia mengaku mengalami kerugian Rp 2,7 miliar.

Namuri menceritakan, awalnya ia ditelepon Fajar pada Maret 2017. Ia diminta datang ke kantor DPD Partai Demokrat Lampung dengan alasan ada hal penting yang ingin dibicarakan.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved