Tribun Bandar Lampung

Dugaan Penipuan Rp 2,7 Miliar, Politisi Fajrun Najah Ahmad Beri Keterangan ke Polisi

Politisi Lampung Fajrun Najah Ahmad alias Fajar memberi keterangan di Polresta Bandar Lampung, Selasa (30/4/2019).

Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
TRIBUN LAMPUNG/HANIF RISA MUSTAFA BERI PERNYATAAN - Politisi Fajrun Najah Ahmad alias Fajar memberi pernyataan kepada awak media yang mewawancarainya di Polresta Bandar Lampung, Selasa (30/4/2019). 

Dalam pertemuan, beber Namuri, ia diminta mencari uang Rp 3 miliar-4 miliar. Ketika itu, lanjut dia, uang dijanjikan akan dikembalikan dalam tempo dua sampai tiga bulan.

Beberapa hari kemudian, ungkap Namuri, ia membawa uang Rp 1,5 miliar. Selanjutnya, ia mengaku menyerahkan lagi Rp 1,25 miliar, sehingga totalnya Rp 2,75 miliar.

"Itu uang pribadi dan keluarga. Saya niatnya bantu kawan saja," ujar Namuri akhir Februari lalu. "Setelah dua bulan, uang tidak dikembalikan. Selalu dijanjikan akan dibayar bulan selanjutnya. Terus-terusan seperti itu," sambungnya.

Namuri akhirnya melibatkan notaris untuk menandatangani surat pernyataan pada 31 Agustus 2017 di hadapan tiga saksi. Dalam surat pernyataan, terang Namuri, tertulis bahwa uang akan dikembalikan pada 30 September 2017. Jika tidak juga dikembalikan, maka persoalan akan dilanjutkan ke proses hukum pidana maupun perdata.

"Pada tanggal yang dijanjikan, uang tidak juga dikembalikan. Alasannya, lagi fokus pilgub. Tapi, sampai dua tahun (memasuki 2019), tidak juga dikembalikan. Itulah alasan saya akhirnya lapor polisi," kata Namuri. (Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved