Cegah Babaranjang Masuk Bandar Lampung, Ini Strategi Pemprov Lampung dan KAI Divre IV Tanjungkarang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana akan menerapkan longcut Tegineneng-Tarahan

Cegah Babaranjang Masuk Bandar Lampung, Ini Strategi Pemprov Lampung dan KAI Divre IV Tanjungkarang
Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin
Gubernur Lampung Ridho Ficardo tinjau kereta api jelang mudik lebaran 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana akan menerapkan longcut Tegineneng-Tarahan agar kereta logistik tidak masuk ke dalam kota Bandar Lampung.

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Kamis (2/5/2019).

"Ya karena load rel di Bandar Lampung sudah maksimal makanya harus dibuat longcut yang tadinya Rejosari-Tarahan digeser lagi ke Tegineneng-Tarahan supaya kereta logistik tidak masuk Bandar Lampung sehingga kereta angkutan penumpang jauh lebih lancar," paparnya.

Oleh karenanya pihak Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT KAI Divre IV Tanjungkarang tadi menyempatkan melakukan kunjungan ke Stasiun Tegineneng.

"Ya kenapa tadi sampai Tegineneng bahwa pernah ada planning kami buat shortcut Rejosari-Tarahan tapi diperpanjang Tegineneng-Tarahan. Alasannya, pertama untuk membebaskan Bandar Lampung dari kereta logistik batubara dan angkutan barang yang membuat kemacetan cukup berat untuk masyarakat," paparnya.

Satu poin yang dilihat juga adalah bagaimana melakukan akselerasi atau percepatan seperti yang pernah diwacanakan tempo hari untuk membuat alternatif transportasi ke bandara yaitu kereta bandara.

"Tadi makanya kami berhenti di Stasiun Branti lihat situasi lokasinya karena untuk akselerasi tadi termasuk bagaimana mensosialisasi ke masyarakat dan lahan sudah milik negara dan ini program nasional untuk masyarakat yang dilakukan secara akseleratif tapi juga persuasif," paparnya.

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Nyatakan Tiket Mudik Lebaran 2019 Sudah Terjual 60 Persen

Ridho mengharapkan ini juga dapat diselesaikan segera agar memiliki kereta bandara eksekutif dan ada penerbangan internasional yang akan diujicobakan pada lusa.

"Kami lihat kondisi lahannya dan optimis bisa segera diwujudkan mudahan-mudahan tidak ada masalah di lapangan. Ini juga merupakan tindak lanjut dari rapat Pemprov Lampung beberapa waktu lalu dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian," katanya.

Ini yang dibicarakan diawal adalah kesiapan stasiun berupa infrastruktur bangunannya, sky brige-nya, pemindahan stasiun, aktivitas bandara dari sistem terminal Branti yang ada sekarang dengan stasiun.

"Mungkin akan diperluas sehingga jalanan harus dibuat masuk bawah tanah. Ideal plan-nya akan sampai sana mudah-mudahan satu hingga dua tahun kedepan bisa dilaksanakan," katanya.

Di samping itu, pihaknya juga melihat kesiapan dari PT KAI dalam melakukan antisipasi menghadapi situasi bulan Ramadan dan lebaran terutama kesiapan untuk berbagai beban dengan moda transportasi lain.

Secara tradisional rute keretaapi dari Tanjungkarang - Palembang memang biasa digunakan oleh warga yang melaksanakan perjalanan mudik.

"Nah hari ini kami melihat kesiapan-kesiapan itu dan saya yakin bahwa dalam kegiatan tahunan ini PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian sudah melakukan persiapan-persiapan sebagaimana mestinya," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved