17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga  

17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga  

17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga   
TribunLampung/ana puspita
17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga   

"Saya gak tahu lagi, bapak selama ini jadi tulang punggung, kami cuman tani, tani kebon singkong," bebernya.

Ia pun mengaku tak memiliki lahan garapan sendiri, melainkan menyewa lahan kepada seseorang.

"Gak tahu ini, ya yang nerusi kebon biar Paswan (anak tertuanya)," tutupnya sembari menangis.

Tak hanya Sri Wahyuni, kesedihan mendalam juga dirasakan oleh Andi Sofian putra sulung dari Tauhid yang meninggal saat pengamanan TPS 17 April 2019.

Andi pun terharu ayahnya mendapat penghargaan sebagai pejuang demokrasi meskipun ayahnya hanya sebagai linmas.

"Bapak meninggal umur 63, memang bapak sudah tua tapi jiwanya masih kayak yang muda," ucapnya terharu.

Andi menuturkan, ayahnya menjadi Linmas untuk melakukan penjagaan di TPS Labuhan Ratu Sungkai Selatan Lampung Utara.

"Waktu bapak meninggal saya gak tahu, cuman saya mendapat kabar kalau bapak tak sadarkan diri, saat pencoblasan kemarin," sebutnya.

Tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh Andi maupun ibunya yang tak lain istri almarhum.

"Kalau kehilangan, pasti merasa kehilangan, tapi karena bapak menjalankan tugas negara kami ikhlas dan itu memang kemauan bapak," tandasnya.

Halaman
1234
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved