17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga  

17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga  

17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga   
TribunLampung/ana puspita
17 Pejuang Demokrasi Gugur di Lampung, Gubernur Ridho Janji Beri Perhatian Kepada Keluarga   

Sementara pada kesempatan ini, Gubenur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan nantinya kepada keluarga yang ditinggalkan oleh para pejuang demokrasi akan mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi.

"Kami koordinasikan bantuan-babtuan sosaial, termasuk juga melakukan pemberdayaan, kan ada yang masih punya anak kecil," bebernya.

Nantinya, kata Ridho, kepada anak para pejuang demokrasi yang meninggal ini akan diberi jaminan tentang masa depan.

"Tentunya masing-masing akan berbeda tapi ada hal yang sama seperti pemberdayaan, apa yang dibutuhkan keluarga ini akan diformulasikan," tandasnya.

Dilain pihak Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto mengucapkan duka yang mendalam bagi petugas KPPS yang meninggal dan sakit.

"Kami Polda Lampung memberikan penghargaan kepada para pejuang demokrasi sebagai apresaiasi dan terimaksih karena telah turut berjuang mensukseskan pemilu 2019," ungkapnya.

Kapolda Lampung mengatakan. Konsolidasi Provinsi Lampung ini mengambil tema bersama mewujudkan komitmen menuju pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk.

"Kegiatan ini sebagai Barometer keamanan dan solidaritas di Lampung, yang mana solidaritas naik dihitung dari partisipasi aktif para tokoh agama dan adat serta pihak pengamanan," ujarnya.

Wawancara Khusus dengan Istri Cantik Gubernur Lampung soal Buku Mengurai Indah Sulaman Lampung

20 Kg Sabu Ludes Terbakar, Ratusan Proyektil Masih Utuh

Berita Lampung Terpopuler Jumat, 3 Mei 2019 - Kapolres Lamsel Hanya Bisa Selamatkan 1 Barang

Purwadi mengatakan, pengamanan pemilu 17 April 2019, lalu diakui berjalan lancar namun ada beberapa kendala teknis.

"Seperti pencoblosan dan rekapitulasi tapi bisa diatasi sehingga kondusif, hal ini juga karena peran dari stakholder dan konstentan pemilu 2019," tegasnya.

Purwadi pun menambahkan, saat ini proses perhitungan masih pleno tingkat kabupaten kota.

"Artinya ganggauan diperediksai masih akan ada, maka kita berkomitnen untuk menjaga stabilitas ini. Rasa aman mutlak dilakukan untuk menuju masyarakat aman damai dan sejahtera," tandasnya.

Berikut Nama-nama yang gugur pada Pemilu

 1. Joni Witarsa Ketua KPPS Labuhan dalam, Tanjung Senang, Kedaton

2. Bambang Wijayanto, Ketua KPPS, Sepang Jaya, Kedaton

3. Sukarama , Ketua KPPS Sidodadi, Kedaton,

4.Yulita, Ketua KPPS Sukabumi,

5. Agus Yusuf, Anggota PPs Jabung,

6. Nurhadi, KPPS Desa Muara Tenang, Tanjung Raya, Mesuji.

7.Irfan Hilmi, Ketua KPPS Pekon Tiyuh Momon

8. Bakrie Ismail, Ketua KPPS Desa Yosodadi, Metro Timur.

9. Tauhid, KPPS Labuhan Ratu, Sungkai Selatan

10. Agus Subroto, KPPS Desa Sungkai Utara, Sungkai Utara, Lampung Utara.

11. Ahmad Yani, Linmas Sri Bandung, Abung Tengah, Lampung Utara.

12. Iksanudin Yuda Putra, Ketua KPPS Desa Bagelen, Gedong Tataan, Pesawaran.

13. Laurentinus Sutopo, KPPs Bangun Sari, Negeri Katon, Pesawaran.

14. Aminin, Linmas TPS Gedung Tataan.

15. Nani, KPPS Desa Krisno Widodo, Tegineneng Pesawaran,

16. Hariyanto, KPPS Des Sinar Harapan, Pringsewu.

17. Supardi, Linmas PTS 3 Lampung Negara Harja, Pakuan Ratu, Way Kanan.

(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved