Tribun People

Tyas Febriana Bilang Barista Itu Tak Boleh Puas Belajar Meracik Kopi

Barista adalah profesi keren. Itu kesan pertama Tyas Febriana kala melihat barista perempuan beraksi di International Coffee Day

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: martin tobing
Ist
Tyas Febriana 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Jelita Dini KinantI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Barista adalah profesi keren.

Itu kesan pertama Tyas Febriana kala melihat barista perempuan beraksi di International Coffee Day Novotel Lampung tahun 2016. 

Aksi itu mematik keinginannya menjadi seorang barista. 

Keinginan itu terwujud ia menjadi barista di Dr.Coffee 2017 lalu.

Kala itu Tyas masih kuliah semester 4 D3 Manajemen Umitra Lampung.

Saat pertama kali menjadi barista, pengalamamnya nihil.

Beruntung, tempatnya bekerja mendukung Tyas belajar menjadi barista dari mentor bernama Ricky Kurniawan.

Eva Yuliana Tegas dan Disiplin Bina Atlet Voli Lampung

Ia belajar cara menyeduh kopi robusta yang disaring dengan teknik V60.

Awal belajar ia kaget, karena menyeduh kopi ada tekniknya.

Pemikiran awalnya, menyeduh kopi dengan air panas.

"Saat baru belajar sulit, karena belum terbiasa. Tapi saya bertekad harus bisa".

"Prinsip saya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan kalau mau belajar. Orang yang bilang tidak bisa karena tidak mau belajar," kata gadis kelahiran Adiluwih 25 Februari 1995 itu.

Setelah tiga bulan belajar, Tyas memberanikan diri menjual kopi robusta hasil seduhannya ke konsumen Dr.Coffee.

Novita Tresiana, Dosen Unila yang Pernah Bercita-cita Jadi Camat

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Tags
Dr.Coffee
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved