Tribun Pringsewu

3 Pasar Dianggap Rawan Macet, Dishub Imbau PKL Tak Makan Bahu Jalan

Sejumlah titik di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pringsewu diantisipasi sebagai wilayah rawan kemacetan selama Ramadan dan Idul Fitri 2019.

3 Pasar Dianggap Rawan Macet, Dishub Imbau PKL Tak Makan Bahu Jalan
TRIBUN LAMPUNG/R DIDIK BUDIAWAN
PARKIR DI AREA PASAR - Kondisi lalu lintas di ruas Jalinbar Pasar Gadingrejo, Minggu (5/5). Parkir di area pasar hampir memakan badan jalan. 

3 Pasar Dianggap Rawan Macet, Dishub Imbau PKL Tak Makan Bahu Jalan

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sejumlah titik di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pringsewu diantisipasi sebagai wilayah rawan kemacetan selama Ramadan dan Idul Fitri 2019. Kepala Dinas Perhubungan Hendrid mengungkapkan, wilayah rawan macet teridentifikasi dengan keberadaan pasar tumpah dan pasar takjil.

Di antaranya Pasar Gadingrejo, Pasar Induk Pringsewu dan Pasar Pagelaran. Untuk itu, tambah Hendrid, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pringsewu untuk menata para pedagang dadakan.

Dishub Lamteng Launching Layanan Uji Kir Online KitoGo

Contohnya, kata Hendrid, PKL di Pasar Induk Pringsewu diharapkan tidak memakan badan jalan untuk lapak berjualan. "Nanti kami turun ke lapangan, melihat lagi bagaimana kondisinya," ujar Hendrid.

Dia menambahkan, selama arus mudik dan balik nanti, selain titik pasar tersebut yang juga akan diwaspadai adalah kemacetan di ruas Jalinbar depan Chandra Departement Store. Kemudian ditambah dengan titik perbelanjaan baru Pekon Sidoharjo.

Dia mengaku akan berkoordinasi dengan owner Chandra agar memundurkan lagi pintu masuk-keluar dan pagarnya. Tujuannya antrean kendaraan keluar-masuk tidak mengakibatkan kemacetan.

Selain itu, pihaknya juga meminta dukungan petugas Chandra untuk membantu arus keluar masuk kendaraan di pusat perbelanjaan itu, dengan dukungan personel dishub dan kepolisian.
Dishub juga akan meminta bantuan petugas parkir membantu lalin di retail modern wilayah Sidoharjo.

Warga Gadingrejo Bayar Rp 15 Ribu Demi Fogging DBD

Hendrid mengatakan selama Ramadhan pihaknya menerjunkan sekitar 20 personel dishub untuk pengaturan lalin di titik rawan tersebut.
Adapun penambahan personel akan dilakukan saat measuki masa mudik dan balik Lebaran.

Kepala Diskoperindag Masykur juga mengimbau para PKL musiman untuk tidak memakan bahu jalan selama membuka lapak, baik saat Ramadan dan Lebaran. "Kita tidak bisa melarang berdagang, namun kami meminta supaya berdagangnya tidak memakan bahu jalan," ujar Masykur.

Siapkan Jalur Alternatif

Dinas Perhubungan Pringsewu bekerjasama dengan Satlantas Polres Tanggamus akan merekayasa lalu lintas untuk antisipasi kemacetan di jalur utama ibu kota Pringsewu.

Kadishub Hendrid mengatakan, jalur alternatif merupakan jalur dalam yang biasa digunakan untuk antisipasi kemacetan.

Jalur tersebut akan menggunakan jalan lingkungam yang ada di Kecamatan Pringsewu. Sebagai petunjuk jalan, menurut Hendrid pihaknya akan mencetak banner untuk rambu penunjuk arah.

"Sehingga nanti pengguna jalan tinggal mengikuti petunjuk arah yang telah tersedia," ungkap Hendri.(dik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved