Tribun Bandar Lampung

Pura-pura Jadi Tukang Pasang Ubin Lantai, 3 Pria Gasak Barang di Rumah Veronica Senilai Rp 90 Juta

Gasak isi rumah dengan berpura-pura sebagai tukang pasang ubin lantai, tiga orang pria jalani sidang perdana di PN Kelas IA Tanjungkarang.

Pura-pura Jadi Tukang Pasang Ubin Lantai, 3 Pria Gasak Barang di Rumah Veronica Senilai Rp 90 Juta
TribunLampung/Hanif Mustafa
Gasak isi rumah dengan berpura-pura sebagai tukang pasang ubin lantai, tiga pria jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Senin 6 Maret 2019. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gasak isi rumah dengan berpura-pura sebagai tukang pasang ubin lantai, tiga orang pria jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Senin 6 Maret 2019.

Ketiganya yakni Ronal Hidayat, warga Talang Kelapa, Banyu Asin, Sumatera Selatan; M Novan Husda warga Kertapati, Palembang; dan Riki Jaya Saputra, warga Bandar Lampung.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim Pastra Josep, JPU Roosman Yusa mengatakan, keduanya diancam pasal 363 ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHP.

Kerugian Capai Rp 150 Juta, Dua Pelaku Pencurian di Perusahaan Annisa Bintang Blitar Diciduk Polisi

"Adapun perbuatannya dilakukan pada bulan Februari 2019," ujar Yusa.

Lanjutnya, awalnya kedua pelaku Ronal dan Novan berkeliling di Bandar Lampung hingga sampai di daerah Urip Sumaoharjo di tempat keduanya melancarkan aksinya.

"Keduanya berkunjung di rumah saksi korban Veronika Agustina dan berpura-pura menayakan ayah saksi korban," sebutnya.

Setelah tahu ayah saksi korban tidak ada, kedua terdakwa mengaku akan mengukur ubin lantai karena ayah saksi korban hendak memperbaiki lantai.

"Saat terdakwa satu Ronal kemudian mengukur dan bertugas mengalihkan perhatian saksi korban," jelasnya.

Sementara lanjut Yusa, terdakwa Noval masuk kedalam kamar utama dan mengambil barang milik saksi korban.

"Setelah berhasil mengambil dua unit laptop, dua unit jam tangan dan emas keduanya pergi," ucapnya.

Kedua pelaku kemudian melapor ke terdakwa Riki untuk selanjutnya dikirim melalui paket ke Jakarta kapada penadah Deni yang saat ini DPO.

"Akibat perbuatanya, saksi korban mengalami kerugaian hingga Rp 90 juta," tandasnya.

(tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved