Suami Istri Berhubungan Intim Saat Puasa Ramadan, Tak Cuma Batalkan Puasa, Ini Hukumannya

suami istri berhubungan seks secara sengaja saat puasa ramadan, tak hanya membatalkan puasa, juga ada hukumannya.

Editor: Andi Asmadi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa di bulan Ramadan. Di antaranya, suami istri berhubungan seks secara sengaja. Tak hanya membatalkan puasa, berhubungan seks saat puasa ramadan juga ada hukumannya. 

Suami Istri Berhubungan Intim Saat Puasa Ramadan, Tak Cuma Batalkan Puasa, Ini Hukumannya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa di bulan Ramadan. Di antaranya, suami istri berhubungan seks secara sengaja. 

Tak hanya membatalkan puasa, berhubungan seks saat puasa ramadan juga ada hukumannya.

Bagi belum mengetahui apa saja hal yang bisa membatalkan puasa di bulan ramadan, bisa simak di bawah ini.

Pastikan untuk menghindari hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan 1440 H.

Berikut hal-hal yang membatalkan puasa dikutip dari nu.or.id, Rabu (8/5/2019).

1. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Lubang Tubuh secara Sengaja

Maksudnya, puasa yang dijalankan seseorang akan batal ketika adanya benda (`ain) yang masuk dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam yang dalam istilah fiqih biasa disebut dengan jauf.

Berciuman dengan Istri Saat Hendak Berangkat Kerja Apakah Membatalkan Puasa Ramadan

Ramadhan Pertama Sama Suami, Bupati Nunik Santap Kolak Pisang sebagai Menu Favorit Buka Puasa

Hukum Menggosok Gigi Saat Puasa Ramadan

Seperti mulut, telinga, hidung. Benda tersebut masuk ke dalam jauf dengan kesengajaan dari diri seseorang.

Lubang (jauf) ini memiliki batas awal yang ketika benda melewati batas tersebut maka puasa menjadi batal, tapi selama belum melewatinya maka puasa tetap sah.

Dalam hidung, batas awalnya adalah bagian yang disebut dengan muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata; dalam telinga, yaitu bagian dalam yang sekiranya tidak telihat oleh mata; sedangkan dalam mulut, batas awalnya adalah tenggorokan yang biasa disebut dengan hulqum.

Puasa batal ketika terdapat benda, baik itu makanan, minuman, atau benda lain yang sampai pada tenggorokan, misalnya.

Namun, tidak batal bila benda masih berada dalam mulut dan tidak ada sedikit pun bagian dari benda itu yang sampai pada tenggorokan.

Berbeda halnya ketika benda yang masuk dalam jauf seseorang yang sedang berpuasa dilakukan dalam keadaan lupa, atau sengaja tapi ia belum mengerti bahwa masuknya benda pada jauf adalah hal yang dapat membatalkan puasa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved