Tribun Lampung Utara

Pedagang Takjil di Pasar Ramadan Taman Olah Seni Kotabumi Tidak Dipungut Biaya

Wakil Bupati Lampung Utara Budi Utomo memastikan pedagang takjil di pasar ramadan di Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi

Pedagang Takjil di Pasar Ramadan Taman Olah Seni Kotabumi Tidak Dipungut Biaya
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Pasar Ramadan Kotabumi Lampung Utara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Wakil Bupati Lampung Utara Budi Utomo memastikan pedagang takjil di pasar ramadan di Taman Olah Seni (TOS) Kotabumi tidak dipungut bayaran, alias gratis.

“Sudah Saya pantau sendiri beberapa hari, pedagang tidak dikenai biaya apapun,” katanya, Jumat 10 Mei 2019.

Penempatan pedagang penjual takjil di TOS Kotabumi, menurut Budi sudah pas sebab, tidak mengganggu lalu lintas.

Untuk parkir banyak tempat yang disediakan. Sedangkan untuk pelapak pedagang bertempat di tengah-tengah taman. 

Mengantisipasi terjadinya kemacetan di ruas Jalan Triodeso menuju Pasar Pagi Kotabumi, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akhirnya menempatkan lokasi pasar Ramadan di lokasi TOS Kotabumi.

Pedagang makanan menu untuk berbuka puasa telah menempati tenda-tenda yang sudah disiapkan oleh pemerintah setempat.

Paket Sembako Rp 50 Ribu di Pasar Ramadan Pelindo Panjang 

”Tidak jadi (lokasi pasar Ramadan, Red) yang di Pasar Pagi itu. Kami mempertimbangkan potensi kemacetan,”ujar Kepala Disdag Lampung Utara, Wanhendri.

Dikatakan, jika TOS Kotabumi cukup layak untuk dijadikan lokasi pasar Ramadan, terlebih di lokasi tersebut telah disediakan lahan parkir.

”Jadi kalau ada yang mau berbelanja membawa mobil, memang sudah tersedia lahan parkirnya. Begitu juga sepeda motor bisa keluar masuk dengan aman,”imbuh Wanhendri.

Sementara Wati, salah satu pedagang takjil mengaku tahun ini mengalami penurunan omzet.

Tahun 2018 lalu ia bisa mendapatkan Rp 200 ribu per hari, tahun ini hanya Rp 100-150 ribu per hari.

“Pembelinya tahun ini berkurang. Tidak tau karena apa,” jelasnya.

Ia menjual berbagai panganan kue,dengan harga mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per bungkus. 

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved