Tribun Metro

12 Pasangan Muda Mudi di Metro Kepergok di Dalam Kamar Kos Saat Bulan Ramadan

12 di antaranya merupakan pasangan muda mudi tanpa status pernikahan yang diciduk karena berada dalam satu kamar.

12 Pasangan Muda Mudi di Metro Kepergok di Dalam Kamar Kos Saat Bulan Ramadan
ISTIMEWA
pasangan muda mudi di Metro terjaring razia di indekos 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Tim gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri di Metro kembali menjaring pasangan muda-mudi dari kamar indekos saat razia ketertiban dan ketentraman, Sabtu (11/5/2019).

Kepala Satpol PP Kota Metro Imron mengatakan, razia gabungan yang dilakukan berdasarkan surat perintah Wali Kota itu rumah-rumah kos, penginapan, hingga kontrakan di wilayah Bumi Sai Wawai.

Alhasil, sebanyak 14 orang yang mencurigakan atau diduga berbuat maksiat diamankan petugas.

Bahkan, 12 di antaranya merupakan pasangan muda mudi tanpa status pernikahan yang diciduk karena berada dalam satu kamar.

"Ada 14 orang, 6 laki-laki dan 8 perempuan. Mereka kami jaring dari kamar kos di wilayah Metro Timur dan Metro Pusat. Untuk 2 orang yang kami amankan, itu karena tidak memiliki identitas apapun. Sementara 12 itu pasangan bukan suami istri," imbuhnya, Minggu (12/5/2019).

Imron menjelaskan, para pasangan yang terjaring razia telah dilakukan pembinaan serta memanggil orang tua masing-masing untuk menjemput dan menyaksikan pernyataan tidak mengulangi perbuatan.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan razia demi kenyamanan dan ketentraman masyarakat Metro.

VIDEO Sejoli Terciduk Berduaan di Kamar Kos, 18 Muda Mudi di Pringsewu Ditangkap di Bulan Ramadan

Terutama saat menjalani ibadah puasa. "Pasti. Nah, kalau soal kapan ya tidak kita informasikan. Jadi kita lakukan dadakan," imbuhnya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro Nasrianto Effendi mengapresiasi langkah tim gabungan merazia indekos dan hotel, karena telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

"Jadi, apa yang dilakukan itu sudah menjadi tupoksi tim. Kita semua harus mendukung. Karena perbuatan maksiat itu dapat merusak citra Metro. Apalagi jika dilakukan kalangan pelajar dan mahasiswa, maka harus diberikan pembinaan dengan melibatkan orang tua," bebernya.

Ia meminta, agar semua pihak menghormati bulan ramadan ini. Bagi mereka yang kedapatan, agar diberikan sanksi.

"Kalau perlu panggil kampusnya atau sekolahnya, kalau dia mahasiswa," tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved