Tribun Bandar Lampung

Terdesak Biaya Hidup, Ibu Rumah Tangga Dagang Sabu

Seorang ibu rumah tangga nekat berdagang narkoba jenis sabu. Ia beralasan terdesak biaya hidup, termasuk memenuhi kebutuhan kuliah anaknya.

Terdesak Biaya Hidup, Ibu Rumah Tangga Dagang Sabu
Tribun Bandar Lampung/Hanif Risa Mustafa
EKSPOSE KASUS SABU - Polresta Bandar Lampung menggelar ekspose kasus narkoba jenis sabu, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang ibu rumah tangga nekat berdagang narkoba jenis sabu. Ia beralasan terdesak biaya hidup, termasuk memenuhi kebutuhan kuliah anaknya.

Alhasil, IRT inisial DS itu terjaring petugas kepolisian di Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Wakil Kepala Satuan Narkoba Polresta Bandar Lampung Ajun Komisaris Herlan Arfa mengungkapkan penangkapan DS merujuk informasi masyarakat pada 27 April 2019.

"Kami dapat laporan masyarakat bahwa ada pengedar narkoba yang meresahkan di wilayah Jagabaya II, Sukabumi," katanya saat ekspose kasus di polresta, Minggu (12/5/2019).

Berbekal informasi tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya menangkap DS dua hari berikutnya pada 29 April 2019.

"Dari hasil penyelidikan, kami dapati nama DS. Lalu kami lakukan penangkapan terhadap tersangka di sebuah rumah di Jagabaya II," jelas AKP Herlan Arfa.

Dalam penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan barang bukti sabu seberat kurang lebih 9 gram. Sabu itu terbagi dalam satu plastik berisi 4 gram dan lima paket hemat berisi masing-masing 1,25 gram. Ada pula barang bukti timbangan digital dan plastik klip.

Herlan menambahkan pihaknya juga melakukan tes urine terhadap tersangka DS. Hasilnya, urine DS positif mengandung narkoba.

"Selain pengedar, tersangka juga pemakai. Dari pengakuannya, sudah lama makai. Kalau mengedarkan, baru empat bulan yang lalu," beber Herlan.

Akibat perbuatannya, tersangka DS terancam pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun.

Saat ekspose kasus, tersangka DS mengaku berbisnis sabu selama empat bulan terakhir. Ia sebelumnya mengaku berbisnis kredit barang.

Sementara untuk konsumsi sabu, ia mengaku sejak delapan bulan lalu.

"Sudah beberapa kali jual (sabu). Terakhir baru dapat (sabu) 11 gram, baru beberapa gram terjual. Ada dua. Satu 4 gram, satunya 7 gram. Saya bagi 13 paket," ungkap DS.

Soal alasan berjualan sabu, tersangka DS mengaku terpaksa karena terdesak kebutuhan hidup. Terlebih saat suaminya memutuskan meninggalkannya.

"Suami nikah lagi. Saya terpaksa dagang ini buat menuhin kebutuhan anak kuliah. Butuh biaya juga karena anak mau nyelesaikan wisuda. Tapi sekarang sudah selesai (wisuda)," tutur DS. (Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved