Public Service

Upaya Mengungkap Kejanggalan Suatu Kasus

Bagaimana langkah kita jika dalam penyelidikan yang dilakukan kepolisian dalam suatu kasus perkara terdapat kejanggalan

Upaya Mengungkap Kejanggalan Suatu Kasus
Shutterstock
Ilustrasi. 

Upaya Mengungkap Kejanggalan Kasus

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - KEPADA Yth Pengamat Hukum. Saya mau bertanya. Bagaimana langkah kita jika dalam penyelidikan yang dilakukan kepolisian dalam suatu kasus perkara terdapat kejanggalan?

Misalnya, jika dilihat dari fakta-fakta kejadian, kasus itu mengarah pada kasus pembunuhan.

Kasus Sudah 10 Tahun, Bisakah Diproses Hukum?

Namun oleh kepolisian dinyatakan kasus bunuh diri. Mohon penjelasannya.

Pengirim: +6285269647xxx

 Bisa Lapor ke Wassidik

PROSES penyelidikan dan penyidikan tentang dugaan suatu tindak pidana dilakukan dengan tata cara serta prosedur yang telah ditetapkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Serta Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

Dengan adanya aturan yang jelas, maka tidak diperkenankan seorang penyidik salah dalam menangani perkara. Dalam mengungkap suatu kejadian tindak pidana, misalkan pembunuhan, maka penyidik akan melakukan banyak hal. Mulai dari identifikasi masalah, mengumpulkan bukti dan saksi, menghubungkan peristiwa hukum antara satu kejadian dengan kejadian yang lain, sehingga hasil penyidikan menjadi sebuah fakta hukum yang valid untuk diungkap secara terang benderang di pengadilan.

Gaji Selama Bekerja Diminta Dikembalikan

Terkait tindak pidana pembunuhan dengan bunuh diri, tentunya identifikasi fakta hukumnya menjadi berbeda. Misalkan pembunuhan, ada atau tidaknya kekerasan yang ditemukan pada jasad korban. Atau tanda-tanda janggal lainnya atas jasad korban.

Sementara jika bunuh diri, tentu akan dilihat alat bukti yang ada. Misalkan jika gantung diri, ada atau tidak jejak bekas sidik jari yang mencurigakan di sekitar locus delicti (tempat kejadian perkara). Lalu, posisi tergantungnya menjulurkan lidah atau tidak, keluar kotoran di tubuhnya atau tidak. Selain itu, diidentifikasi keadaan yang berhubungan dengan peristiwa di sekitar jasad korban. Dan masih banyak lagi yang dapat diidentifikasi fakta hukumnya.

Kalaupun ada temuan indikasi bukan bunuh diri melainkan pembunuhan, tentunya harus melalui data dan fakta hukum yang terpecaya, dengan bukti-bukti dan saksi-saksi yang kuat. Bukan sekedar asumsi. Karena kalau sekedar kajian yang tidak berdasar atau hasil kajian dan analisis sendiri, tentunya dapat membuat kinerja penyidik menjadi terganggu.

Apabila ada ketidakpuasan atas hasil penyelidikan dan penyidikan, maka bisa dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan Divisi Pengawasan Penyidikan (Wassidik).

 Gindha Ansori Wayka, SH MH 

Pengamat Hukum di Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved