Datang Belanja di Warung, Nafsu Hanafi Memuncak Lihat Istri Tetangga dan Langsung Ditarik ke Kamar

Datang Belanja di Warung, Nafsu Hanafi Memuncak Lihat Istri Tetangga dan Langsung Ditarik ke Kamar

hamdan/tribunpalopo.com -
Ilustrasi-Datang Belanja di Warung, Nafsu Hanafi Memuncak Lihat Istri Tetangga dan Langsung Ditarik ke Kamar 

Datang Belanja di Warung, Nafsu Hanafi Memuncak Lihat Istri Tetangga dan Langsung Ditarik ke Kamar 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH -  Kelakuan Hanafi Saleh pria asal Terbanggi Besar, Lampung Tengah yang mencoba melakukan tindakan tak senonoh akhirnya berujung ke polisi.

Hanafi Saleh mengaku khilaf dan tak tahan saat berbelanja di warung dan  melakukan perbuatan tak senonoh ke tetangganya.

Hanafi Saleh tercatat sebagai warga Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah melakukan tindakan tidak senonoh kepada istri tetangganya sendiri.

Saat memperhatikan suasana rumah korban sepi, Hanafi dengan serta merta menarik korban ke dalam kamar.

Korban yang memberikan perlawanan kepada pelaku kemudian diancam akan dipukul jika berteriak.

Setelah itu, Hanafi melakukan tindakan asusila terhadap korban.

Korban menjerit, Hanafi kemudian lari keluar rumah.

Korban lalu melaporkan kejadian itu kepada suaminya, lalu melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

Kepala Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Firmansyah menginstruksikan unit PPA melakukan penyelidikan atas laporan korban.

"Setelah kami mendengar kronologi korban dan mencari saksi-saksi, serta barang bukti, akhirnya Sabtu (11/5/2019) tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan," ujar AKP Firmansyah.

"Tersangka dijerat pasal 289 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara," kata Firmansyah.

Hanafi saat diinterograsi penyidik kepolisian, membenarkan aksi pencabulan yang ia lakukan terhadap korban M.

Menurutnya, aksi itu dilakukan spontan karena tak bisa menahan nafsu. 

Kabar Terbaru Evi Masamba Setelah Sempat Pisah Rumah dengan Arief Wahid

Berita Lampung Terpopuler Senin 13 Mei 2019 - Mantan Bupati di Lampung yang Jadi Anggota DPR

Curhat Pilu Istri Pratu Kasnun yang Gugur dalam Drama Baku Tembak 5 Jam dengan KKB di Nduga Papua

Kasus perkosaan di Lampung Tengah

MK (13), siswi SD yang menjadi korban pemerkosaan seorang kakek yang juga tetangganya di Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, mengalami trauma mendalam.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah Eko Yuono menjelaskan, MK menjadi tertutup dan enggan keluar rumah.

Untuk itu, LPA akan melakukan pendampingan maksimal hingga memberikan trauma healing kepada siswa kelas VI SD itu.

"Beberapa waktu lalu kondisinya sangat trauma. Tapi setelah dilakukan pendampingan, saat ini sudah lumayan membaik. Tapi masih membutuhkan trauma healing," terang Eko Yuono, Rabu, 3 April 2019.

Eko melanjutkan, pendampingan dilakukan dikarenakan korban akan menghadapi ujian sekolah.

Akibat kejadian itu, korban mengalami persekusi (bullying) oleh teman sekolahnya.

"Jangan sampai karena kondisi yang dia alami, sekolahnya jadi terganggu. Karena dia malu. Kami berusaha membuat korban kembali percaya diri," imbuhnya.

Dalam beberapa kali interaksi, lanjut Eko, korban mengajukan beberapa permintaan kepada LPA, seperti sepeda dan televisi.

"Kami berpikir itu wajar saja (korban meminta). Karena jarak rumah ke sekolahnya memang jauh. Selain itu, dia minta TV karena memang di rumahnya tidak ada tontonan," kata Eko.

Korban hanya tinggal di rumah bersama adik dan ayahnya.

Sementara sang ibu telah meninggal dunia sejak empat tahun lalu.

Artis Jadi Pembantu di Sinetron, Ternyata Aslinya Cantik seperti Bidadari. Ada yang Operasi Plastik

Mencekam! Foto-foto Ribut Massa Driver Ojek Online vs Tukang Parkir, Ada Isu Bom Bikin Warga Panik

Diperkosa Kakek 4 Kali

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi.

Setidaknya ungkapan itu layak dialamatkan kepada Mad (64).

Mad diamankan karena diduga memerkosa anak di bawah umur yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

MK (13), seorang siswi sekolah dasar di Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, menjadi korban perilaku amoral si kakek.

Bahkan, MK sudah empat kali mengalami kekerasan seksual, masing-masing di rumah korban dan rumah pelaku.

Kepada penyidik Polsek Seputih Mataram, Mad menjelaskan, perbuatan tak pantas itu dilakukan saat rumah orangtua korban pergi.

Kejadian pertama diketahui terjadi pada 10 Maret 2019 lalu.

Saat itu tersangka melihat korban berada di ruang tengah rumahnya sekitar pukul 12.30 WIB.

Tak bisa menahan hasratnya, tersangka langsung masuk ke rumah seraya membekap korban.

Artis Tajir Belikan Barang Mewah untuk Asisten Pribadi hingga Ada yang Belanja Habis Rp 12 Miliar!

Kabar Terbaru Evi Masamba Setelah Sempat Pisah Rumah dengan Arief Wahid

"Saya pegang-pegang sambil raba-raba. Setelah itu celana saya diturunkan, lalu membuka celana dalamnya," ujar Mad, Senin, 1 April 2019.

Saat itulah Mad langsung memerkosa korban.

Yanto, ayah MK, mengaku kali pertama mengetahui anaknya mengalami aksi pencabulan dan pemerkosaan dari sang istri.

Saat itu MK mengaku kesakitan saat akan buang air kecil.

"Anak saya mengeluh perih kalau buang air kecil. Awalnya dia gak mau bilang karena takut. Lalu dia bilang kalau sering digituin (setubuhi dan cabuli) oleh dia (tersangka)," terang Yanto.

Yanto menjelaskan, selama ini anaknya diam karena kerap diancam oleh tersangka.

Untuk menutupi aksinya, Mad memberi uang Rp 5.000 kepada MK setiap kali melakukan perbuatan bejatnya.

"Setelah kita meminta keterangan saksi-saksi dan korban, lalu tersangka diamankan. Kita amankan juga barang bukti satu potong kaus wanita lengan pendek warna cokelat milik korban, satu potong celana jins warna biru, satu potong tanktop warna ungu, satu potong celana dalam warna pink," ungkap Kapolsek.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Mad akan dikenai pasal persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur seperti diatur dalam UU RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved