Tribun Lampung Tengah

Jelang Mudik Lebaran, Warga Minta Dinas Terkait Periksa Kondisi Sopir Bus

Diantara faktor keamanan yang banyak diminta oleh masyarakat adalah terkait izin pengemudi atau sopir.

Jelang Mudik Lebaran, Warga Minta Dinas Terkait Periksa Kondisi Sopir Bus
Tribunlampung/Syamsir
Uji kelaikan operasional bus oleh Dishub Lamteng. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARJAYA - Keamanan dan kelancaran dalam perjalanan menjadi prioritas utama masyarakat sehingga sampai ke tempat tujuan.

Diantara faktor keamanan yang banyak diminta oleh masyarakat adalah terkait izin pengemudi atau sopir.

Untuk itu, sejumlah warga di Lampung Tengah berharap menjelang mudik lebaran dinas terkait juga dapat melakukan uji kesehatan pengemudi bus. Alasannya, pengemudi menajdi salah satu faktor lancar atau tidaknya suatu perjalanan.

Rohimin salah seorang warga Terbanggi Besar misalnya, ia khawatir para sopir mengenyampingkan kesehatan mereka selama musim mudik dan arus balik lebaran. Sehingga, kondisi sakit ataupun sehat mereka tetap bekerja.

Dishub Dapati 13 Bus Angkutan Lebaran di Lamteng Tak Laik Beroperasi

"Kami ya minta supaya kesehatan sopir juga diperiksa. Kalau ada yang sakit atau mengonsumsi narkoba, kan itu bahaya buat penumpang. Apalagi setiap musim mudik kan jalan pasti ramai, bahaya kalau sopir tidak sehat," kata Rohimin, Kamis (16/5/2019).

Senada disampaikan Agus warga lainnya. Menurutnya penting bagi dinas terkait memperhatikan kesehatan pengemudi bus dan kelengkapan surat-suratnya.

"Ya jangan sampai ada yang istilahnya sopir tembak gitu, ya. Mereka surat-suratnya gak ada, kita tidak tahu dia bisa atau tidak bawa bus. Ya kelengkapan sopir juga harus dicek. Apalagi ini menyangkut nyawa banyak orang," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Dishub Lamteng mendapati sebanyak 13 bus tak laik jalan untuk musim mudik kali ini. Kondisi kendaraan yang tidak laik lantaran tidak adanya lampu utama, sabuk keamanan, dan ijin operasi kendaraan.

Dari total 34 kendaran antar kota dan antar provinsi yang dilakukan uji kelaikan hanya 21 bus yang dianggap boleh beroperasi. Selain itu, bagi bus yang dianggap laik jalan Dishdub memasang stiker angkuta lebaran yang dipasang di bagian depan mobil.(Sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved