Tribun Bandar Lampung

Kemenag Bandar Lampung Pastikan Boleh Tadarusan Pakai Pengeras Suara

Kementerian Agama Bandar Lampung menepis isu larangan penggunaan pengeras suara untuk tadarus pada bulan Ramadan.

Kemenag Bandar Lampung Pastikan Boleh Tadarusan Pakai Pengeras Suara
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
TADARUSAN - Narapidana Lapas Rajabasa tadarusan pada bulan Ramadan ini. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kementerian Agama Bandar Lampung menepis isu larangan penggunaan pengeras suara untuk tadarus pada bulan Ramadan. Kemenag memastikan warga khususnya umat muslim boleh bertadarus memakai pengeras suara di masjid.

"Nggak ada pelarangan-pelarangan azan dan tadarus pakai pengeras suara," kata Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Bandar Lampung Lemra Horizon, Kamis (16/5/2019).

Lemra menegaskan tidak adanya larangan itu dengan merujuk Surat Edaran Nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 tentang Pelaksanaan Instruksi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Musala.

"Inti dari surat edaran ini, mengingat banyaknya pertanyaan dari masyarakat mengenai penggunaan pengeras suara, maka Dirjen Bimas Islam kembali membuat surat edaran. Isinya, kembali menyosialisasikan surat edaran yang ada (terbit) tahun 1978," papar Lemra.

"Itu bukan surat edaran baru. Memang sudah ada dari tahun 1978. Nah, ini sosialisasi kembali. Intinya, nggak ada perubahan, dan sekarang sudah berjalan dengan baik dan bagus," sambungnya.

Lemra mengungkapkan poin utama surat edaran tersebut adalah mengatur cara penggunaan pengeras suara.

"Kalau ada yang mengaji dan azan di masjid, tidak ada yang bisa protes. Memang boleh," ujarnya.

Lemra menegaskan hal tersebut seperti tertuang di halaman 128 pada surat edaran tersebut. Poin c di halaman itu menyebut bahwa pada bulan Ramadan, baik siang maupun malam, umat muslim memperbanyak pengajian dan bacaan Alquran yang terwujud dalam kegiatan seperti tadarusan dan lainnya.

Ia menambahkan penggunaan pengeras suara dalam surat edaran juga boleh dalam rangka syiar, termasuk pada bulan Ramadan. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved