Fahri Hamzah soal People Power 22 Mei: Satu Peluru Meletus Ada yang Meninggal, Selesai Republik Ini

Fahri Hamzah soal People Power 22 Mei: Satu Saja Peluru Meletus Ada yang Meninggal, Selesai Republik Ini

Editor: Andi Asmadi
ISTIMEWA
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. Fahri Hamzah mengingatkan soal People Power 22 Mei: Satu Peluru Meletus Ada yang Meninggal, Selesai Republik Ini. 

Fahri Hamzah soal People Power 22 Mei: Satu Saja Peluru Meletus Ada yang Meninggal, Selesai Republik Ini

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gerakan massa atau people power diperkirakan akan terjadi pada 22 Mei 2019, saat KPU menggelar rapat pleno hasil Pemilu 2019.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzahmemberikan singgungan soal adanya gerakan massa atau people power yang akan terjadi pada 22 Mei 2019.

Dia mengingatkan, jika dalam aksi tersebut ada satu peluru yang meletus dan mengenai pengunjukrasa lalu meninggal dunia, maka selesai republik ini.

Siaran Langsung Live Facebook, Pemuda Ini Pertontonkan Adegan Hubungan Intim dengan Gadis ABG

Unggah Foto Tanpa Make Up, Wajah Asli Via Vallen Jadi Perbincangan

Syahrini Istri Reino Barack Keluarkan Dana Fantastis demi Foto di Tengah Sawah

Verrel Bramasta Jatuh Sakit, Natasha Wilona Singgung Chat WA

Atta Halilintar Tegang Terbangkan Pesawat Bersama Vincent Raditya, Ciut Nyali Dibilang Rem Rusak

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah yang diunggah melalui channel YouTube Fahri Hamzah Official, Senin (13/5/2019).

Fahri mengatakan saat 22 Mei tersebut, ada yang menyebutkan bahwa aparat akan sangat represif.

Bahkan ada kemungkinan untuk keluarnya tembakan.

"Ada sinyal aparat akan represif, kemungkinan menembak, itu yang berkembang. Padahal ini soal sederhana," ujar Fahri Hamzah.

Menurutnya aparat terlalu cemas akan adanya pertemuan massa tersebut.

Seharusnya aparat sudah bisa belajar dari pengalaman banyaknya pertemuan di depan Istana Negara.

"Apa dasar dari kecemasan orang tentang berkumpulnya manusia? Sederhana kok, manusia sudah berkumpul di depan istana berkali-kali," ujar Fahri Hamzah.

Fahri lalu mengibaratkan akan datang orang sekira 1 juta di hari itu.

"Datanglah orang misalnya 1 juta yang datang, berapa deployment (penyebaran) terhadap aparat? Saya dengar 32 ribu mungkin dibantu sama tentara ya 50 ribu," ujar Fahri Hamzah.

"50 ribu menghadapi 1 juta apa ada gunanya? Enggak ada gunanya."

Pengasuh Anak Raffi Ahmad Lagi Disorot, Begini Lala di Mata Nagita Slavina

Mahasiswa Bobol ATM di SPBU Lampung, Tertangkap Saat Baru Ambil Rp 2 Juta

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved