Tribun Lampung Selatan

Hari Pertama Diberlakukan Tarif Arus Kendaraan di Tol Bakauheni-Terbanggi Normal

Arus kendaraan yang melintasi jalan tol Trans Sumatera (JTTS) pada hari pertama diberlakukannya tarif pada hari ini, jumat (17/5), terpantaun normal.

Hari Pertama Diberlakukan Tarif Arus Kendaraan di Tol Bakauheni-Terbanggi Normal
Tribunlampung.co.id/Dedi
Kondisi arus kendaraan di jalan tol terpantau dari rest area KM 33 desa Agom Kalianda. 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Arus kendaraan yang melintasi jalan tol Trans Sumatera (JTTS) pada hari pertama diberlakukannya tarif pada hari ini, jumat (17/5), terpantaun normal.

Kendaraan yang melintasi ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar masih cukup ramai. Terutama untuk truk barang. Ini terlihat pada ruas kilometer 33 Desa Agom kecamatan Kalianda yang terdapat rest area sementara.

Masih cukup banyak sopir truk yang berhenti sejenak di rest area sementara. Sementara lalulintas kendaraan di jalur tol terpantau mengalir normal.

“Kalau dari pagi sampai siang ini kendaraan yang melintasi tol masih seperti saat sebelum  diberlakukannya tariff,” terang Abdul, salah seorang warga yang membuka warung di rest area sementara desa Agom kepada tribun.

Menurunya, belum terlihat adanya penurunan kendaraan yang melalui tol pasca mulai diterapkannya tariff sejak dini hari tadi.

Brigjen Teddy Minahasa Titip Hal Ini ke Wakapolda yang Baru

Ini pun diakui Joni, seorang sopir truk angkutan barang Palembang – Jakarta yang sedang beristirahat di rest area KM 33. Dirinya mengaku sudah mengetahui rencana penerapan tariff toll Bakauheni – Terbanggi Besar.

Karenanya, bos  tempatnya bekerja juga telah menambah uang operasional perjalanan dengan menghitung biaya tol ruas Bakauheni – Terbanggi Besar.

“Kalau kita tetap melewati tol, karena untuk biaya operasional  perjalanan juga sudah menghitung  biaya tol Bakauheni – Terbanggi,” ujar dirinya.

Mutasi Polda Lampung, Daftar Perwira dari AKPB Hingga AKP Geser Posisi Salah Satunya AKBP Ruli Andi

Menurut Joni, ada beberapa pertimbangan mengapa dirinya tetap melalui jalan tol. Salah satunya waktu tempat yang bisa lebih singkat bila dibandingkan dengan melalui jalinsum atau Jalinpatim. Ia bisa mengefesienkan waktu hingga 3 jam.

Halaman
123
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved