Heboh Aksi Massa People Power 22 Mei, 1.500 Pendekar Silat Siap Bantu TNI-Polri

Heboh Aksi Massa People Power 22 Mei, 1.500 Pendekar Silat Siap Bantu TNI-Polri

Heboh Aksi Massa People Power 22 Mei, 1.500 Pendekar Silat Siap Bantu TNI-Polri
ISTIMEWA
PAKAI GIGI - Atraksi menarik mobil yang dutumpangi belasan orang menggunakan gigi ditampilkan oleh pendekar Pagar Nusa dalam acara Mlaku Mlaku Bareng Santri di Alun-alun Kudus, Minggu (29/10/2017). Pendekar Pagar Nusa siap membantu TNI-Polri jika terjadi aksi people power. 

Heboh Aksi Massa People Power 22 Mei, 1.500 Pendekar Silat Siap Bantu TNI-Polri

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KEBUMEN - Kabar akan adanya aksi massa atau people power pada 22 Mei 2019 saat KPU menggelar rapat pleno hasil Pemilu 2019, mengundang reaksi para pendekar silat.

Sebanyak 1.500 pendekar Pagar Nusa Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, siap membantu TNI dan Polri mengamankan gerakan "people power" yang didengungkan sekelompok massa.

Ketua Pagar Nusa Kebumen Kiai Asyhari Muhammad Al Hasani secara tegas mengatakan, pihaknya menolak "people power" karena itu merupakan gerakan inkonstitusional dan bersifat provokatif.

Paling Senior di Sekolah, Siswa SMA Ini Bebas Setubuhi Teman Sekolahnya

Nikahi Bule Cantik, Nur Khamid Kini Diterpa Kabar Tak Sedap

Siaran Langsung Live Facebook, Pemuda Ini Pertontonkan Adegan Hubungan Intim dengan Gadis ABG

"Pagar Nusa itu kan tugasnya sebagai pagarnya NU (Nahdlatul Ulama) dan bangsa. Kalau ada yang buat keributan, apalagi di NKRI, kami siap untuk melawan," kata Gus Hari, demikian sapaannya, Kamis (16/5/2019).

Gus Hari mengatakan gerakan "people power" mengarah kepada tindakan makar dan tidak menghormati sistem demokrasi yang ada.

"Kami sebagai pendekar Pagar Nusa sangat tidak sependapat gerakan tersebut, tidak menghormati KPU, tidak percaya terhadap Polri dan TNI sebagai pengaman NKRI adalah suatu tindakan yang salah," ujar Gus Hari.

Pendekar Pagar Nusa, kata Gus Hari, menyatakan mengecam dan akan melawan gerakan yang akan dilakukan oleh sekelompok orang untuk melemahkan pemerintahan yang sah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai penyelenggaraan Pemilu 2019 diwarnai banyak kecurangan.

Menurut Dewan Pembina Partai Pengusus Capres 02 Prabowo Subianto itu, people power melalui aksi turun ke jalan dan melakukan protes kecurangan, merupakan sesuatu hal yang sah dan konstitusional.

Halaman
1234
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved