Tribun Bandar Lampung

Guru Honorer Ini Ungkap Keprihatinan Nasib Profesinya di Hadapan Mahasiswa Unila

Kiki Zakiah, guru honorer SDN 2 Gedong Air, Bandar Lampung, mengungkapkan keprihatinannya

Guru Honorer Ini Ungkap Keprihatinan Nasib Profesinya di Hadapan Mahasiswa Unila
tribunlampung/hanif
Ilustrasi - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN (kiri) menyerahkan dana insentif kepada guru honorer di GSG Unila, Jumat, 26 Januari 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kiki Zakiah, guru honorer SDN 2 Gedong Air, Bandar Lampung, mengungkapkan keprihatinannya menjalani profesi sebagai guru honor.

Keprihatinan ini Kiki ungkapkan saat acara Mimbar Demokrasi yang dihelat Badan Eksekutif Mahasisiwa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (BEM FKIP Unila). 

Mimbar Demokrasi ini mengangkat tema "Potret Kesejahteraan Guru di Tanah Sai Bumi Ruwai Jurai".

Kiki Zakiah mengatakan kesejahteraan guru honor sangat miris.

"Sangatlah miris kesejahteraan kami ini sebagai tenaga pendidik. Kami meminta kesejahteraan hidup kami ditambah," kata Guru Honorer di SDN 2 Gedong Air Kiki Zakiah saat ditemui Tribun Lampung usai acara mimbar demokrasi di Aula K FKIP Unila, Minggu (19/5/2019).

Selama ini gaji yang didapatkan Kiki setiap bulannya sekitar Rp 300 ribu dari sharing dana BOS.

"Sangatlah kurang dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi yang semuanya serba mahal," tukasnya.

Kiki yang sudah menjadi honorer selama sembilan tahun terakhir menginginkan ke depannya penggajian guru honorer menggunakan standar UMR (Upah Minimum Regional).

"Kami tetap bersabar dalam mencerdaskan anak bangsa, meski menerima gaji yang kecil," katanya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved