Tribun Lampung Tengah

Empat Pasang Bukan Suami Istri Terjaring Razia Indehoy di Kamar Hotel, Ada Ngaku Habis Bukber

Empat Pasang Bukan Suami Istri Terjaring Razia Indehoy di Kamar Hotel, Ada Ngaku Habis Bukber

Empat Pasang Bukan Suami Istri Terjaring Razia Indehoy di Kamar Hotel, Ada Ngaku Habis Bukber
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Razia Satpol PP, polisi dan TNI ke sejumlah hotel dan penginapan di Lamteng. 

Dari pengamatan yang dilakukan di lokasi, para lelaki hidung belang beberapa orang bukanlah warga Lampung Tengah, mereka berasal dari sejumlah kawasan lainnya seperti Pringsewu dan Metro.

BREAKING NEWS - Diduga Ada Bom Rakitan, RS Advent Bandar Lampung Sempat Gaduh

Saat dimintai keterangan, para pasangan umumnya berupaya memastikan jika mereka adalah pasangan suami istri. Namun saat diminta untuk menunjukkan dokumentasi kependudukan mereka tak bisa menunjukkan kepada petugas.

Tak hanya itu, para perempuan yang kamarnya dirazia mereka sontak menutupi wajahnya dengan kain dan selimut.

Meski mengaku tak berbuat apa-apa selama di dalam kamar, namun mereka tetap dibawa ke kantor Satpol PP Lamteng.

M (25), salah seorang lelaki pasangan yang berduaan di salah satu kamar hotel di kawasan Yukum Jaya, saat dimintai keterangan mengatakan jika dirinya dari Pringsewu. Lelaki berperawakan sedang itu mengatakan jika ia bermalam di Yukuk Jaya karena kemalaman di perjalanan.

"Tadi habis buka (puasa) bersama, mau pulang (ke Pringsewu) kemalaman jadi tidur di sini (hotel). Besok baru pulang ke Pringsewu," kata M yang kedapatan berduaan dengan teman perempuannya.

Sementara Y (24), perempuan yang ada di dalam kamar hotel di kawasan Bandar Jaya, awalnya bersikukuh jika teman lelaki yang ada di dalamnya adalah suaminya. Namun, dia juga tak bisa menunjukkan bukti dokumen suami istri.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamteng Mutawali, mengimbau masyarakat untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang merusak nilai-nilai ibadah puasa di Bulan Ramadhan.

"Janganlah kita rusak ibadah puasa kita dengan perbuatan yang justru tidak dibenarkan oleh norma agama dan masyarakat. Mari kita perdalam dengan memperbanyak beribadah," kata Mutawali.

Ia melanjutkan, kepada pihak berwajib untuk tidak ragu melakukan pemberantasan perbuatan yang dapat merusak norma. Kegiatan razia juga lanjutnya untuk terus dilakukan selama Ramadhan. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved