Tribun Metro

Pairin Larang Mobil Dinas untuk Keperluan Mudik

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melarang kendaraan dinas (randis) digunakan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat

Pairin Larang Mobil Dinas untuk Keperluan Mudik
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Achmad Pairin 

Pairin Larang Mobil Dinas untuk Keperluan Mudik

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melarang kendaraan dinas (randis) digunakan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat untuk mudik atau pulang kampung.

Wali Kota Achmad Pairin mengaku, sebentar lagi umat muslim, termasuk PNS, akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Ia mengingatkan, agar pejabat yang mendapat randis tidak menggunakan mobil dinasnya ke luar kota.

Wali Kota Metro Pairin Sebut Gedung Dinas PU Kurang Terawat

Dijelaskannya, randis yang merupakan aset negara harus betul-betul dijaga dan digunakan sesuai kebutuhan kerja. Karena keberadaanya digunakan untuk kepentingan pelayanan pada masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga.

"Bulan puasa ini bukan berarti menghambat tugas atau untuk bermalas-malasan dalam bekerja. Saya berharap pegawai di setiap OPD untuk selalu menjaga kebersihan dan menata lingkungan. THR akan dibagi bulan ini, tapi kalau gaji 13 itu setelah lebaran," ungkapnya, Senin (20/5).

Wali Kota Metro Achmad Pairin Beri Peringatan PKL Pasar Cendrawasih Pindah ke Lantai 2

Imbauan tidak menggunakan randis untuk mudik telah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan persnya meminta pimpinan lembaga negara di tingkat pusat dan daerah untuk mengimbau jajarannya tak menggunakan fasilitas dinas untuk keperluan pribadi jelang Lebaran.

"KPK mengimbau kepada pimpinan instansi atau lembaga negara agar melarang penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi, seperti penggunaan kendaraan dinas operasional untuk kegiatan mudik," ungkapnya.

Febri mengatakan, penggunaan fasilitas dinas hanya digunakan untuk kepentingan kedinasan. Jika digunakan untuk kepentingan pribadi saat Lebaran, hal itu menimbulkan benturan kepentingan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved