Tribun Bandar Lampung

Wali Kota Herman HN: Cuti Bersama Lebaran Sudah Panjang, ASN Jangan Tambah Cuti Lagi

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta para aparatur sipil negara (ASN) tidak menambah cuti pada Lebaran kali ini.

Wali Kota Herman HN: Cuti Bersama Lebaran Sudah Panjang, ASN Jangan Tambah Cuti Lagi
Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN memberi keterangan kepada awak media yang mewawancarainya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta para aparatur sipil negara (ASN) tidak menambah cuti pada Lebaran kali ini. Pasalnya, jumlah cuti bersama Lebaran 2019 sudah panjang.

Menurut Herman, pengecualian ASN boleh mengambil cuti tambahan apabila memiliki keperluan sangat mendesak. Misalnya, sakit atau melahirkan.

"Libur (cuti bersama) Lebaran untuk ASN dari 30 Mei sampai 9 Juni (11 hari)," kata Herman pekan lalu.

"Ya nggak boleh cuti lagi. Kan cuti bersama ini sudah cukup panjang. Jangan (menambah) cuti lagi lah ya. Kecuali untuk yang melahirkan atau sakit, itu silakan," sambungnya.

Jika masih ada PNS yang tidak masuk kerja sesudah libur panjang Lebaran, Herman menyatakan pemkot akan memberi toleransi dengan memastikan alasannya.

"Kan namanya manusia, tidak bisa aturan itu keras begitu saja. Kalau lagi ada halangan, misalnya mudik ke kampung ternyata sakit, masak kita paksakan harus datang (ke kantor). Kita ada toleransi," jelasnya.

Namun demikian, menurut Herman, toleransi itu tidak bisa berlaku bagi PNS yang kondisinya sehat.

"Ya kalau kondisinya sehat atau baik, harus tepat waktu (masuk kantor) sesuai aturan pemerintah," ujarnya.

Lebih dari itu, selama libur Lebaran, Herman memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap akan berjalan. Tentunya, pelayanan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat, seperti kesehatan.

Untuk pelayanan di bidang kesehatan, jelas Herman, sudah pasti tidak ada libur. Pihaknya nanti akan mengatur jam tugas para pegawai.

"Mungkin nanti petugas kesehatan shift shift-an. Termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) yang akan membantu mengatur lalu lintas," terang Herman.

"Apalagi pemadam kebakaran, itu 24 jam nonstop. Yang langsung menyentuh kepentingan rakyat, misalnya ada yang kekurangan air, hubungi saja BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Nanti petugas akan antar air," imbuhnya. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved