Tribun Tanggamus

Bupati Dewi Puas Harga Bahan Pokok di Tanggamus Stabil dan Aman Konsumsi

Pemkab Tanggamus mulai melakukan monitoring harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1440 H.

Bupati Dewi Puas Harga Bahan Pokok di Tanggamus Stabil dan Aman Konsumsi
Tribunlampung.co.id/Tri
Bupati Tanggamus Dewi Handajani memimpin langsung monitoring harga di Pasar Kota Agung dan Pasar Wonosobo. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Pemkab Tanggamus mulai melakukan monitoring harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1440 H.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani memimpin langsung monitoring harga di Pasar Kota Agung dan Pasar Wonosobo.

Pantauan harga dilakukan di lima pasar di Tanggamus secara bertahap yang dimulai dari Pasar Kota Agung.

Kegiatan ini dilakukan gabungan antara Bagian Ekonomi Pemkab Tanggamus, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM, Satpol PP, ditambah pihak UPT Pasar, camat dan kelurahan.

Menurut Dewi, usai berdialog dengan para pedagang menyimpulkan bahwa jelang Idul Fitri 1440 H harga bahan pokok stabil.

Hydrant Tak Berfungsi Saat Kebakaran, DPRD Pringsewu Panggil Dinas PUPR dan BPBD

"Hasil pantauan harga sudah stabil, harga bawang putih yang tadinya mahal sekarang sudah turun," ujarnya.

Ia mengaku, harga bawang putih saat ini Rp 30.000 per kg, sebelumnya bisa menembus Rp 60.000 per kg. Kemudian untuk cabai juga harganya tidak terlalu tinggi antara Rp 28.000 sampai Rp 30.000. Di luar itu tidak ada yang lebih tinggi lagi.

Empat Jabatan Kepala Dinas di Lampung Utara Lowong

Raih Suara Terbanyak di Pilpres 2019, 7 Selebriti Tanah Air Ini Beri Ucapan pada Presiden Jokowi

"Kemudian juga selain harga yang stabil, ketersediaan barang juga mencukupi. Semua bahan pokok banyak persediaannya sehingga untuk pasokan barang tidak ada masalah," kata Dewi.

Ia juga mengaku puas dengan monitoring bahan pokok, alasannya karena harga stabil, tidak ada lagi komoditi mahal.

Lalu ketersediaan bahan pokok mencukupi. Kemudian kualitas barang yang dijual juga tidak ada yang kadaluwarsa dan kondisinya bagus.

"Tadi kita lihat bersama-sama waktu pengetesan ikan tidak mengandung bahan formalin. Maka ikan, daging yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat," ujar Dewi.

Ia menambahkan, sebaiknya memang ada monitoring harga bahan pokok secara rutin. Tujuannya agar harga bisa terkendali. Kemudian pasokan barang juga selalu ada.

Dewi juga berpesan kepada para pedagang agar menjaga kebersihan dan kerapihan kondisi pasar. Sebab hal itu memancing masyarakat untuk datang dan dampaknya ke peningkatan penjualan pedagang. (Tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved