Tribun Bandar Lampung

Pasar Murah Tahap II, Warga Serbu Minyak Goreng Gratis dari Herman HN

Warga di sejumlah kecamatan menyerbu minyak goreng dan gula gratis di arena Pasar Murah Tahap II Pemkot Bandar Lampung.

Pasar Murah Tahap II, Warga Serbu Minyak Goreng Gratis dari Herman HN
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
ANTRE DI PASAR MURAH -¬†Warga antre minyak goreng dan gula gratis di Pasar Murah Tahap II di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga di sejumlah kecamatan menyerbu minyak goreng dan gula gratis di arena Pasar Murah Tahap II Pemkot Bandar Lampung, Selasa (21/5/2019). Minyak goreng dan gula gratis itu berasal dari Wali Kota Bandar Lampung Herman HN.

Pantauan awak Tribun Lampung, Herman HN menyambangi pasar murah di beberapa titik kecamatan. Mulai dari Rajabasa, Tanjung Seneng, Labuhan Ratu, Way Halim, Sukarame, Sukabumi, hingga Kedamaian.

Di Kecamatan Kedamaian, puluhan warga antusias mendatangi arena Pasar Murah Tahap II Pemkot Bandar Lampung. Warga antre berbaris untuk menerima pembagian minyak goreng alias minyak makan dan gula gratis tersebut.

"Dapat minyak gratis dari Pak Wali. Tentu merasa terbantu. Apalagi kalau dapatnya dua," seloroh Kurniasih, seorang warga, usai antre mendapatkan minyak goreng.

Urih, warga lainnya, juga merasa terbantu dengan pembagian gula dan minyak goreng gratis.

"Ada bantuan gula dan minyak, alhamdulillah. Kan bulan puasa nih. Biasanya setiap hari ada aja buat makanan apa gitu," tuturnya.

Wali Kota Herman HN menjelaskan pembagian minyak goreng dan gula gratis tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat pada bulan Ramadan.

"Di pasar murah ini saya membagikan gratis gula dan minyak goreng sebanyak 500 kg. Ini tidak lain untuk meringankan beban masyarakat Bandar Lampung," katanya.

Selain pembagian minyak makan dan gula gratis, warga juga membeli bahan kebutuhan pokok bersubsidi. Seperti beras, minyak makan, dan gula.

Untuk beras kualitas premium, harganya Rp 8.000 per kilogram. Sementara gula dan minyak makan masing-masing Rp 9.000 per kg.

Dari harga jual tersebut, subsidi untuk warga mencapai Rp 3.500 per kg per item produk. Subsidi itu rinciannya Rp 2.000 Pemkot Bandar Lampung dan Rp 1.500 dari Badan Urusan Logistik.

"Ini (minyak goreng gratis) baru yang dari bantuan Wali Kota. Terus nanti mau beli beras," ucap Kurniasih. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved