Pemuda Bejat Ajak Bocah Laki-laki Ngamar Berdua, Esoknya Dijual ke Pria Penyuka Sesama Jenis

Pemuda Bejat Ajak Bocah Laki-laki Ngamar Berdua, Esoknya Dijual ke Pria Penyuka Sesama Jenis

Pemuda Bejat Ajak Bocah Laki-laki Ngamar Berdua, Esoknya Dijual ke Pria Penyuka Sesama Jenis
tribunlampung.co.id/hanif mustafa
Terdakwa Imam saat di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (22/5/2019). Dasar pemuda bejat. Imam alias Noven alias Om Bob (21) membujuk bocah laki-laki agar bisa sekamar berdua, lalu digarapnya. Keesokan harinya, ia menjual boca tersebut ke pria hidung belang penyuka sesama jenis. Pemuda yang bernama lengklap Imam Rusda Frandana itu akhirnya ditangkap polisi dengan sangkaan melakukan prostitusi anak sesama jenis. 

Pemuda Bejat Ajak Bocah Laki-laki Ngamar Berdua, Esoknya Dijual ke Pria Penyuka Sesama Jenis

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dasar pemuda bejat. Noven alias Om Bob (21) membujuk bocah laki-laki agar bisa sekamar berdua, lalu digarapnya.

Keesokan harinya, ia menjual boca tersebut ke pria hidung belang penyuka sesama jenis.

Pemuda yang bernama lengklap Imam Rusda Frandana itu akhirnya ditangkap polisi dengan sangkaan melakukan prostitusi anak sesama jenis.

Atas perbuatannya, pemuda tersebut dituntut penjara selama 5 tahun, dan denda sebesar Rp 120 juta subsider i bulan penjara.

Kapolri Ungkap Provokator yang Anarkis Dibayar Rp 6 Juta, Wiranto Sebut Mereka Preman Bertato

Prabowo Ucap Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, Serukan ke Pendukung Kalau Dipukul Jangan Melawan

Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp Dibatasi Pemerintah, Ini Solusi Medsos Tetap Lancar

Reaksi Cowok Turki Lihat Artis Luna Maya, Syahrini, dan Nagita, Begini Penilaiannya

Bukan Mulan Jameela, Inilah Sosok Ibu Kedua Dul Jaelani Setelah Maia Estianty

Noven atau Om Bob merupakan warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Ia kini duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus penjualan bocah laki-laki ke prostitusi sesama jenis.

Sidang terhadap terdakwa Imam berlangsung secara tertutup di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu 22 Mei 2019.

Setelah sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandrawati Rezki Prastuti mengatakan, terdakwa telah terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang.

"Jadi, dituntut 5 tahun dan denda pidana 120 juta subsider 1 bulan kurungan," ungkap JPU.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved