Tribun Metro

Pengusaha Diingatkan H-7 Lebaran Batas Pemberian THR

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Metro mengingatkan perusahaan atau pemilik usaha membayarkan Tunjangan Hari Raya

Pengusaha Diingatkan H-7 Lebaran Batas Pemberian THR
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Batas THR - Kepala Disnakertrans Metro Rakhmat Zainudin saat memberi pernyataan seputar pemberian THR, Rabu (22/5). 

Pengusaha Diingatkan H-7 Lebaran Batas Pemberian THR

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Metro mengingatkan perusahaan atau pemilik usaha membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 Idul Fitri.

Kepala Disnakertrans Metro Rakhmat Zainudin mengatakan, pemberian THR sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di perusahaan dan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan THR.

"Surat edaran sudah kita sampaikan dari tanggal 17 Mei kemarin. Jadi THR itu wajib diberikan kepada karyawan. Termasuk kepada pegawai yang baru satu bulan bekerja. Itu pun ada tunjangannya sesuai dari surat edaran Menakertrans," imbuhnya, Rabu (22/5).

Disnaker Bandar Lampung Buka Posko Pengaduan THR 23 Mei-13 Juni

Dijelaskannya, besaran THR bagi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja mulai satu bulan, dihitung secara proporsional. Sementara pekerja atau buruh yang masa kerjanya 12 bulan secara terus menerus atau lebih, maka mendapat THR sebesar satu bulan upah.

Namun demikian, Rakhmat mengaku, jika perusahaan telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja Bersama (PKB), dengan jumlah besaran lebih baik atau lebih besar dari ketentuan pemerintah, maka THR yang dibayarkan dilakukan berdasarkan PP atau PKB.

Punya 4900 Karyawan, Ruben Onsu Siap Bagi-bagi THR

Adapun cara menghitung THR secara proporsional adalah dengan menghitung masa kerja dibagi 12, kemudian dikalikan gaji pekerja sebulan. Ia mencontohkan, karyawan dengan masa kerja enam bulan. "Berarti 6 dibagi 12, kemudian dikali gaji sebulan. Hasilnya itulah yang diterima," ungkapnya.

Ia menambahkan, jumlah perusahaan di Kota Metro sebanyak 430. Terdiri dari perusahaan besar, sedang, dan kecil. Rata-rata bergerak pada bidang jasa pendidikan, perdagangan, pembiayaan, dan pengolahan makanan. Sementara bagi perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban, Disnakertrans tidak dapat menghukum.

"Tapi, kita bisa memberikan sanksi pada saat mereka memperpanjang izin usahanya. Bisa saja kita berikan pertimbangan untuk tidak diperpanjang karena tidak mengikuti imbauan. Tapi, di Metro rata-rata berikan THR, terutama perusahaan berskala sedang dan besar," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved