Tribun Bandar Lampung

Terdakwa Penjual Remaja untuk Prostitusi Sesama Jenis Dituntut 5 Tahun Bui

Seorang pemuda dituntut hukuman pidana penjara selama lima tahun. Ia dinilai terbukti menjual anak di bawah umur untuk prostitusi sesama jenis.

Terdakwa Penjual Remaja untuk Prostitusi Sesama Jenis Dituntut 5 Tahun Bui
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
SIDANG TUNTUTAN -┬áPetugas menggiring terdakwa Imam Rusda Frandana alias Noven alias Om Bob (21) keluar ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (22/5/2019). Terdakwa Imam baru selesai mendengarkan tuntutan atas kasus perdagangan anak di bawah umur untuk prostitusi sesama jenis. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang pemuda dituntut hukuman pidana penjara selama lima tahun. Ia dinilai terbukti menjual anak di bawah umur untuk prostitusi sesama jenis.

Tuntutan terhadap pemuda tersebut dibacakan dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (22/5/2019). Pemuda yang berstatus terdakwa itu adalah Imam Rusda Frandana alias Noven alias Om Bob (21), warga Jalan Belitung, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Jaksa Penuntut Umum Chandrawati Rezki Prastuti menjelaskan terdakwa Imam terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang.

"Terdakwa dituntut hukuman pidana selama lima tahun dan denda sebesar Rp 120 juta subsider satu bulan penjara," kata JPU Chandrawati usai sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Samsudin.

Merujuk surat dakwaan, perbuatan terdakwa Imam terjadi pada akhir Desember 2018. Awalnya, Imam bertemu remaja laki-laki yang sedang mengamen. Ia lalu mengajak remaja tersebut melewati malam pergantian tahun.

Esok harinya, terdakwa Imam membonceng korban menggunakan sepeda motor. Ia membawa korban berkeliling Kota Bandar Lampung.

Pada malamnya, terdakwa Imam mengajak korban menginap di salah satu penginapan di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung. Di situlah terdakwa menjual remaja laki-laki itu kepada seorang pria inisial A. Hingga saat ini A masih buron.

Usai mencabuli korban, A memberi uang kepada korban sebesar Rp 150 ribu. Sementara terdakwa Imam mendapat upah dari A sebesar Rp 50 ribu. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved