Breaking News:

Tribun Pringsewu

DPRD Pertanyakan Perawatan Gedung Bupati Pringsewu

Komisi III DPRD Pringsewu melaksanakan dengar pendapat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR Pringsewu, Kamis (23/5/2019).

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Didik
Komisi III DPRD Pringsewu melaksanakan dengar pendapat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PU-PR Pringsewu, Kamis (23/5/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Komisi III DPRD Pringsewu melaksanakan dengar pendapat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR Pringsewu, Kamis (23/5/2019).

Rapat dengar pendapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Pringsewu Rahwoyo didampingi Wakil Ketua Komisi III Rohmansyah dan anggota Komisi III Johan Arifin.

Sementara BPBD Pringsewu dihadiri Kepala BPBD Pringsewu M Kotim dan jajajarannya. Demikian juga Kadis PU PR Pringsewu Andi Purwanto hadir dengan jajarannya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pringsewu Rohmansyah mengatakan, terkait gedung Sekretariat Pemkab Pringsewu kewenangannya sudah tidak di Dinas PU-PR lagi.

"PU telah selesai dan telah menyerahkan gedung tersebut, sedangkan pemeliharaan gedung itu berada di internal," ungkap Rohmansyah.

Kepala Dinas PU-PR Pringsewu Andi Purwanto mengatakan bila perlunya Maintenance Building (perawatan gedung).

BREAKING NEWS - Bupati nonaktif Mesuji Khamami Dititipkan di Rutan Polda Lampung

Baik itu terkait kelistrikkan maupun fasilitas lainnya di Sekretariat Pemkab Pringsewu. "Perlu dilakukan perawatan secara berkala," tukasnya.

Oleh karena itu terkait perawatan yang telah dilakukan saat ini, Komisi III akan mempertanyakan langsung ke Bagian Umum Sekretariat Pemkab Pringsewu.

Ketua Komisi III DPRD Pringsewu Rahwoyo mengatakan, pihaknya juga akan mengagendakan hearing dengan Bagian Umum Sekretariat Pemkab Pringsewu.

Tak Rela Rumahnya Dikuasai Mantan Istri, Pria Ini Ledakkan Tabung Gas

Terkait BPBD Pringsewu, kata Rahwoyo, telah melaksanakan tugas dengan semestinya. Namun, kata Rahwoyo, BPBD mengakui masih ada kekurangan terhadap fasilitas pemadam kebakaran (damkar).

"Dari tiga mobil damkar itu, hanya satu damkar yang berfungsi secara maksimal," ungkap Rahwoyo.
Oleh karena itu lah, Rahwoyo berharap adanya perbaikan dan pengalokasian anggaran untuk pengadaan fasilitas pendukung damkar. (Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved