Tribun Bandar Lampung

Hukum Suami Bilang Mau Ceraikan Istri Tapi Tidak Langsung di Hadapan Istri

Ada suami istri sedang bertengkar. Lalu, si suami bilang ingin menceraikan istrinya. Akan tetapi, si suami tidak bilang langsung kepada istrinya.

Hukum Suami Bilang Mau Ceraikan Istri Tapi Tidak Langsung di Hadapan Istri
Istimewa
Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung KH Munawir

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepada Yth Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung. Saya mau bertanya.

Ada pasangan suami istri sedang bertengkar. Lalu, si suami bilang ingin menceraikan istrinya.

Akan tetapi, si suami tidak bilang langsung kepada istrinya. Ia bercerita kepada saudaranya dalam keadaan emosi.

Apakah hal tersebut sudah termasuk talak walaupun si suami tidak berbicara langsung kepada istrinya? Sebab, keluarganya bilang tidak semudah itu jika ingin kembali lagi, melainkan harus menikah lagi.

Terimakasih atas penjelasannya.

Pengirim: +628577912xxx

Belum Talak

Kata talak yang dijatuhkan suami hukumnya terjadi (jatuh talak) walaupun diucapkan dalam kondisi marah atau diucapkan tidak di hadapan istrinya. Bahwa jika talaknya suami dalam kondisi sangat marah sehingga hilang kesadarannya, maka talak itu tidak jatuh atau tidak sah.

Batasan marah yang berakibat tidak jatuhnya talak adalah ketika kemarahan itu sampai membuat seseorang keluar dari tabiat dan kebiasaannya. Meskipun, ia menyadari apa yang diucapkan dan apa yang dimaksudkannya.

Abdurraham al-Jujairi dalam kitab al-Fiqh ‘ala Madzahab al-Arba’ah menjelaskan, "Hasil verifikasi kalangan Madzhab Hanafi menyatakan bahwa kemarahan yang menyebabkan seseorang keluar dari tabiat dan kebiasaannya, di mana igauan menguasai perkataan dan perbuatannya, maka talaknya tidak jatuh. Meskipun, ia mengetahui apa yang dikatakan dan apa yang dimaksudkan."

Dalam kasus yang ditanyakan di atas, seorang suami mengatakan "ingin menceraikan istrinya." Ucapan suami tersebut masuk katagori mualak (talak yang disandarkan pada sesuatu). Hanya, si suami belum mengucapkan kata sandarannya, sehingga ucapan suami tersebut masih mengambang.

Dan hukum dari talak mualak tersebut tergolang talak kinayah (talak yang masih samar). Hukum talak kinayah bisa terjadi jika si suami ada niat mentalak ketika mengucapkan. Jika tidak ada niat mentalak, maka talak tidak terjadi.

Maka dari keterangan ini bisa kami simpulkan bahwa ucapan suami yang mengatakan ingin menceraikan istrinya, belum bisa dihukumi talak ketika suami mengucapkan kalimat tersebut tidak disertai niat menceraikan. Namun, jika disertai dengan niat menceraikan, maka terjadi talak.

KH MUNAWIR

Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved