OJK Imbau Masyarakat Berhati-hati Gunakan Pinjaman Online

Otoritas Jasa Keuangan Lampung mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online (fintech lending).

OJK Imbau Masyarakat Berhati-hati Gunakan Pinjaman Online
Ist
Kepala OJK Lampung Indra Krisna 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Otoritas Jasa Keuangan Lampung mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online (fintech lending) yang kini tengah marak di masyarakat.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan, masyarakat diminta agar bijak, dalam artian ketika ada tawaran (pinjaman online) agar selalu membaca semua persyaratannya.

"Jangan sedikit-sedikit diapprove, diklik, kalau diklik itu artinya kita menyetujui semua persyaratan," jelasnya usai buka bersama media di Emersia Hotel and Resort Bandar Lampung, Kamis (23/5).

Indra menambahkan, masyarakat juga perlu memahami, bahwa apabila tidak terlalu membutuhkan/mendesak sebaiknya tidak berhubungan dengan fintech lending.

"Kecuali untuk usaha produktif, karena memang kita tahu bahwa tingkat bunganya relatif lebih besar kalau dibandingkan dengan lembaga jasa keuangan lainnya," lanjut dia.

Mudik Lebaran 2019, Barang Pemudik KA Maksimal 40 Kg untuk Rute Tanjungkarang - Kertapati

OJK juga terus melalukan upaya penertiban fintech lending, salah satunya dengan mengimbau fintech lendinf supaya berizin di OJK.

Kedua, kalau tidak berizin di OJK, atas laporan dari masyarakat, OJK juga dapat meminta agar situs fintech lending tertentu ditutup melalui Kominfo manakala fintech tersebut adalah situs Indonesia.

"Dan masih banyak situs-situs fintech saat ini yang situsnya bukan di Indonesia, itu agak repot memang. Untuk itu kita harus mengedukasi masyarakat, edukasi nasabah supaya hati-hati, untuk selalu bijak," lanjut Indra.

OJK bersama-sama dengan Satgas Waspada Investasi juga terus melakukan berbagai upaya penertiban fintech lending ini.

Untuk diketahui, sampai dengan 15 Mei 2019, tercatat ada 5 perusahaan fintech lending di Indonesia yang berijin di OJK dan 108 perusahaan fintech lending di Indonesia yang terdaftar di OJK.

Dari fintech yang berijin tersebut, satu diantaranya berkantor di Provinsi Lampung yaitu Lahansikam, yang beralamat di Ratudibalau – Bandar Lampung.

Sementara itu, di tahun 2018, ada sebanyak 404 entitas pinjaman online ilegal yang dihentikan dan sampai dengan Maret 2019 sudah ada 543 entitas pinjaman online ilegal yang dihentikan OJK bersama dengan Satgas Waspada Investasi.

(Tribunlampung.co.id/Ana Puspita Sari)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved