Pilpres 2019

Video Pria Dipukuli Aparat Saat Kerusuhan 22 Mei Viral, Ini Penjelasan Karo Penmas Polri

Dedi menuturkan, Andri bertugas menyuplai pecahan batu kepada para perusuh untuk dilempari ke arah polisi.

Video Pria Dipukuli Aparat Saat Kerusuhan 22 Mei Viral, Ini Penjelasan Karo Penmas Polri
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Demonstran mencoba menyerang polisi saat terjadi kericuhan di dekat gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Rabu 22 Mei 2019. 

"Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota langsung mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia, dikepung oleh anggota pengamanan," kata Dedi.

Saat ini, terus Dedi, Andri sudah diamankan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya dan juga sudah berstatus sebagai tersangka.

Minta Maaf

Penyebar berita bohong (hoaks) perihal adanya personel Brimob dari China saat mengamankan demonstrasi protes terhadap hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 mengaku menerima hoaks tersebut dari pihak lain.

Penyebar berita bohong perihal adanya personel Brimob dari China berinisial SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 24 Mei 2019.
Penyebar berita bohong perihal adanya personel Brimob dari China berinisial SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 24 Mei 2019. (KOMPAS.com/Devina Halim)

Pelaku berinisial SDA tersebut telah diringkus pada Kamis 23 Mei 2019 pukul 16.30 WIB di daerah Bekasi, Jawa Barat.

"Jadi saya menerima berita tersebut itu dari seseorang, artinya itu bukan kreasi saya, tapi saya terus terang khilaf sehingga saya ikut menyebarkan berita tersebut," ungkap SDA dilansir dari Kompas.com, Sabtu 25 Mei 2019.

Ia tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan menggunakan masker yang menutupi sebagian mukanya.

SDA pun meminta maaf kepada pihak kepolisian karena tidak berhati-hati dalam bermedia sosial.

"Pada kesempatan ini saya mohon maaf pada semua pihak terutama kepolisian bahwa ternyata saya tidak cermat dalam memanfaatkan sosial media yang ada," tutur dia.

Menurut keterangan polisi, pelaku menyebarkan hoaks tersebut ke tiga sampai empat grup di aplikasi pesan instan WhatsApp.

Halaman
1234
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved