Buntut Hoaks Brimob Keroyok Warga, Koordinator Relawan IT Prabowo-Sandiaga Diamankan

Koordinator Relawan IT BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap tim penyidik Bareskrim.

Buntut Hoaks Brimob Keroyok Warga, Koordinator Relawan IT Prabowo-Sandiaga Diamankan
kompas.com
Mustofa Nahrawardaya, koordinator relawan IT Prabowo-Sandiaga, ditangkap terkait penyebaran hoaks Brimob keroyok warga. 

Buntut Hoaks Brimob Keroyok Warga, Koordinator Relawan IT Prabowo-Sandiaga Diamankan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap tim penyidik pada Minggu (26/5/2019).

Penggiat media sosial ini diamankan karena diduga melontarkan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau menyebarkan hoaks melalui Twitter.

Saat ini Mustafa masih dalam pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul menuturkan, penangkapan tersebut terkait twit Mustofa soal video viral sekelompok anggota Brimob mengeroyok warga di depan Masjid Al Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Pria dalam video viral dipukuli polisi bukan Harun Rasyid... Rickynaldo mengatakan bahwa twit Mustofa tidak sesuai fakta. "Cuitannya diputarbalikkan," ungkap Rickynaldo ketika dihubungi Kompas.com, Minggu.

Dalam cuitannya, Mustofa mengatakan bahwa korban yang dipukuli bernama Harun (15).

Ia menyebutkan bahwa Harun dipukuli hingga meninggal dunia.

Berikut cuitan Mustofa seperti dikutip dari akun Twitter-nya yang bernama @AkunTofa: "Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat Syahid hari ini.

Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA".

Viral Video Anggota Brimob Pukuli Warga, Polri Tindak Tegas dan Ungkap Identitas Warga Dipukuli

Inilah Tampang Penyebar Hoaks Anggota Brimob dari China

Namun, informasi mengenai korban berbeda dengan keterangan polisi.

Menurut polisi, pria yang dipukuli dalam video itu adalah Andri Bibir.

Polisi menangkapnya karena diduga terlibat sebagai salah satu perusuh dan provokator dalam aksi di depan Bawaslu.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber, Mustofa dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Koordinator Relawan IT BPN Ditangkap Terkait Twit Hoaks

Penulis: Romi Rinando
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved