Tribun Metro

THR Paling Lambat Cair 31 Mei, Pemkot Metro Gelontorkan Rp 20 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya atau gaji ke-14 ASN dan pegawai honorer setempat secara bertahap.

THR Paling Lambat Cair 31 Mei, Pemkot Metro Gelontorkan Rp 20 Miliar
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Achmad Pairin 

THR Paling Lambat Cair 31 Mei, Pemkot Metro Gelontorkan Rp 20 Miliar

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya atau gaji ke-14 ASN dan pegawai honorer setempat secara bertahap.

Wali Kota Metro Achmad Pairin mengatakan, THR untuk ASN paling lambat tanggal 31 Mei pencairannya. "Sejak 24 Mei kemarin sejumlah SKPD sudah mulai mencairkan gaji ke-14. Pencairan memang tergantung masing-masing satker," imbuhnya.

Bandung Bisa Jadi Acuan Metro untuk Sektor Pariwisata

Ia berharap, uang tunjangan hari raya tersebut bisa bermanfaat untuk digunakan ASN dalam menyambut Idul Fitri, karena kebutuhan lebaran yang harus dibeli. Namun, Pairin berpesan, agar tidak digunakan untuk berfoya-foya atau bukan untuk memenuhi kebutuhan.

"Karena tentu setelah Lebaran kan banyak hal juga yang harus dipenuhi. Sebaiknya memaknai Lebaran itu dilakukan dengan sederhana saja, yang penting kembali ke fitrah dengan saling memaafkan dan silaturahmi. Intinya kan itu," katanya lagi.

Ia menambahkan, untuk pembayaran THR bagi ASN dan pegawai honorer, Pemkot Metro telah menyiapkan dana sekitar Rp 20 miliar.

Pairin Larang Mobil Dinas untuk Keperluan Mudik

Dengan estimasi pengeluaran mencapai kisaran Rp 15 miliar lebih untuk sekitar 4.000-an PNS se-Kota Metro.

Adapun THR yang diberikan berupa satu bulan gaji pokok ASN. Sementara untuk pegawai honorer pengadaan anggaran senilai Rp 1 miliar dengan estimasi jumlah honorer sekitar 900 orang. Untuk honorer diberikan sebulan gaji senilai Rp 1 juta per orang. Dana berasal dari APBD Kota Metro.

Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Basuki menilai Idul Fitri menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas semua pihak, demi terciptanya kesejahteraan Bumi Sai Wawai.

"Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum bagi umat Islam untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah selama satu bulan menjalankan ibadah puasa. Ini momen untuk saling memaafkan, baik untuk kesalahan yang disadari maupun yang tidak disadari," imbuhnya.

Ia menilai, Idul Fitri juga bisa dimaknai sebagai musim untuk meningkatkan produktivitas, mempererat silaturahmi dan meningkatkan kinerja, secara khusus kepada pemerintah untuk menunjukkan profesionalitasnya.

"Dengan saling memaafkan, maka kita dapat menciptakan energi dan semangat baru untuk melangkah ke depan dengan lebih baik. Lebih profesional. Dimana sudah mendapat cuti panjang, THR atau gaji 14, dan saling memaafkan tadi," tuturnya.

Karenanya, Basuki berharap, pasca Idul Fitri, Pemkot Metro bisa tancap gas untuk merealisasikan visi misi Bumi Sai Wawai. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved