Tribun Lampung Selatan

Arus Pemudik ke Pulau Jawa Mulai Ramai di Bakauheni

Arus penyeberangan pemudik yang hendak kembali ke kampung halamannya di pulau Jawa mulai terlihat di pelabuhan Bakauheni.

Arus Pemudik ke Pulau Jawa Mulai Ramai di Bakauheni
Tribunlampung.co.id/Dedi
Arus penumpang yang hendak ke pulau Jawa mulai ramai di pelabuhan Bakauheni 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Arus penyeberangan pemudik yang hendak kembali ke kampung halamannya di pulau Jawa mulai terlihat di pelabuhan Bakauheni pada siang hari ini, kamis (30/5).

Ini terlihat dari jumlah penumpang pejalan kaki yang meningkat dari hari biasanya di loket pembelian tiket penumpang. Meski tidak panjang, tetapi terlihat adanya antrian penumpang yang hendak membeli tiket.

Tidak hanya pada loket penumpang pejalan kaki. Untuk kendaraan roda 4 (mobil pribadi) pun mulai terlihat ramai. Sebagian dari pemudik yang menggunakan mobil pribadi ini menggunakan dermaga eksekutif.

Humas PT. ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap mengakui memasuki H-6 menjelang lebaran ini arus penyeberangan untuk penumpang pejalan kaki dan mobil pribadi mengalami peningkatan.

“Memang hari ini untuk arus penyeberangan mengalami peningkatan. Untuk pemudik yang hendak mudik ke kampung halamanya di pulau Jawa sudah mulai terlihat,” terangnya kepada tribun.

Sanksi PP 53/2010 Siap Menanti PNS yang Nekat Pakai Randis untuk Mudik

Beberapa pemudik beralasan mereka mudik lebih awal menghindari kemacetan di wilayah Jabodetabek. Dengan mudik lebih awal mereka berharap bisa lebih lama berada dikampung halaman mereka berkumpul bersama dengan keluarga.

“Tahun lalu saat mudik mendekati lebaran di Jakarta macet. Dengan mudik lebih awal kita berharap tidak terjebak macet yang melelahkan di jalan,” terang Darto seorang pemudik asal Kota Bumi yang hendak mudik ke kampung halamannya di Madiun, Jawa Tengah.

Menyeberang Siang dan Malam di Bakauheni Beda Tarifnya, Khusus Kendaraan Pribadi Ada Diskon

Mulai hari ini PT. ASDP resmi menerapan sistem difrensiasi tariff untuk siang dan malam hari.

Berdasarkan siaran pers yang tribunlampung terima, penerapan tariff difrensiasi ini diberlakukan untuk kendaraan pribadi (golongan IVA) non eksekutif. Untuk keberangkatan siang hari akan mendapatkan discount 10 persen menjadi Rp. 337.000 perkendaraan. Sedangkan untuk keberangkatan pada malam hari akan dikenakan kenaikan tariff 10 persen menjadi Rp. 411.000 perkendaraan.

“Kita berharap dengan adanya penereapan discount tariff ini dapat mendorong masyarkat yang hendak mudik melakukan perjalanan penyeberangan pada siang hari. Sehingga bisa terhindar dari potensi antrian saat puncak arus mudik dan balik,” terang Dirut PT. ASDP Ira Puspadewi dalam siaran pers yang diterima tribun, kamis (30/5).

Penerapan diskount tariff tiket terpadu lintasai Merak-Bakauheni  pada kondisi puncak sesuai dengan arahan kebijakan kementerian perhubungan, khususnya direktorat jenderal perhubungan darat. Diharapkan melalui kebijakan ini dapat lebih efektif untuk mengurai kemacetan pada saat puncak arus mudik dan balik lebaran.

Adapun, difrensiasi tariff yang diberikan kepada golongan IV di pelabuhan Merak berlaku pada tanggal 30 Mei (H-6)  hingga 3 Juni (H-2). Discount tariff berlaku pada siang hari pada pukul 08.01 wib hingga pukul 19.59 wib. Sebaliknya untuk penerapan kenaikan tariff, berlaku pada pukul 20.00 wib – pukul 08.00 wib.

Sedangkan untuk di pelabuhan Bakauheni discount tariff berlaku pada tanggal 7 Juni (h+1) hingga 10 Juni (H+4). Discount tariff untuk siang hari berlaku sejak pukul 08.01 wib sampai dengan pukul 19.59 wib. Dan kenaikan tariff berlaku pada pukul 20.00 wib sampai pukul 08.00 wib hari berikutnya.(tribunlampung/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved